371 Remisi Khusus Diusulkan

0
242
Kalapas Kelas II A Pematangsiantar, Mananti Sukardi Sianturi.

Buktipers.com, SIMALUNGUN – Hari Raya Idul Fitri adalah momen kemenangan untuk seluruh umat Muslim. Hari suci ini juga menjadi hadiah yang sangat dinantikan bagi sebagian besar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Islam, begitu juga bagi WBP di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Pematangsiantar.

Untuk Remisi Khusus Idul Fitri Tahun 2017 di Lapas Pematangsiantar, ada  sejumlah 371 orang yang telah diusulkan mendapatkan Remisi Khusus, namun belum seluruhnya SK remisi yang turun.

“Penyerahan Remisi Khusus besok Minggu (25/6) bersamaan Hari Idul Fitri di Lapas, ada sebanyak 371 orang yang diusulkan, namun tidak seluruhnya SK yang turun. Terkait SK tidak ada kendala, mengingat pemberian Remisi atas persetujuan Menteri Hukum dan HAM. Pasti turun itu apabila syarat sudah memenuhi syarat. Hanya masalah waktu saja,” ucap Kepala Lapas (Kalapas) Klas IIA Pematangsiantar, Mananti Sukardi Sianturi saat dikonfirmasi, Sabtu (24/6).

Disebutkan Kalapas, dari data yang telah diterima pihaknya ada 2 (dua) kategori, pertama, Remisi Khusus (RK) I diberikan kepada narapidana yang setelah mendapatkan Remisi Khusus, masih menjalani sisa pidana. yang kedua, RK II diberikan kepada narapidana yang langsung bebas.

Adapun rekapitulasi Remisi Khusus Idul Fitri Tahun 2017, sebagai berikut, Remisi yang tidak terkait PP No  99 tahun 2012, RK I sebanyak 272 orang dan RK II ada 03 orang, atas nama Budi Pranoto, Septian Vijaya Lubis dan Fahmy Akbar Nasution. Dari jumlah 275, sebanyak 264 yang sudah turun SK Remisinya sedangkan 11 orang lainnya belum turun.

Sementara Remisi yang khusus yang terkait terkait PP No  99 tahun 2012 ada sebanyak 91 orang dengan kategori RK I seluruhnya. Dari jumlah itu, 48 orang sudah turun SK dan 43 orang yang belum turun.

Untuk Remisi Khusus Hari Raya tahun 2017 yang terkait PP No 28 tahun 2006 ada 5 orang yang sudah turun SK RK I nya.

“Kepada para WBP dapat mengendalikan diri selama menjalankan tanggung jawab (hukuman). Dengan pengendalian diri yang kuat, semoga setelah bebas nantinya dapat langsung berinteraksi dengan masyarakat di lingkungan masing-masing. Bersyukurlah kepada Tuhan diberi kesehatan dan atas diperolehnya Remisi (pengurangan hukuman). Ingatlah bahwa ada keluarga yang senantiasa menunggu di rumah,” imbau Kalapas. (John)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here