Ganti Rugi Lahan Bendungan Tiga Dihaji OKU Selatan Diwarnai Kericuhan.

0
82
Loading...

BuktiPers.com – Oku Selatan (Sumsel)

Proses ganti rugi lahan Bendungan Tiga Dihaji, dilakukan pihak LMAN dan Balai Besar bertempat di Gedung Kesenian Muaradua Kabupaten OKU Selatan yang diwarnai dengan aksi protes oleh pemilik lahan.

Emosi Dian Sembara (23) warga Desa Sukabumi memuncak tatkala lahan miliknya di Talang Penanggungan, Dusun VII Kecamatan Tiga Dihaji sudah berpindah ke tangan orang lain.

Padahal, surat Akte Pelimpahan Hak (APH) asli lahan seluas 10 Hektar dengan nilai ganti rugi mencapai 2.8 Milyar ada di tangan ibu kandungnya, Bahuda Mustika (38).

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, proses ganti rugi sempat gaduh tak kala Dian mengamuk dan tak terima lahannya diserobot oleh oknum diduga setelah surat dipalsukan.

Sejumlah Anggota Polsek Muaradua harus mengamankan yang bersangkutan dengan cara membawa ke ruang khusus.

“Saya tidak terima lahan kami diserobot dan surat asli dipalsukan Kepala Desa (Kades) inisial C,” ujarnya saat dibincangi .

Dia mengaku tak terima lahan mereka di Talang Penanggungan akan dibayar ganti rugi senilai Rp 600 Juta. “Kami dapat beli pak, saya dan ibu saya kaget kok lahan kami ada dua surat,” katanya.

Sementara itu, Bahuda Mustika (38) mengaku lahan 10 hektar diduga diserobot oleh pihak dari keluarga sang suami, dengan cara memalsukan surat.

“Kami ada surat asli, dan surat ini sengaja dibuat lagi, kami menuntut kebijaksanaan dari pemerintah,” pungkasnya. (Sri Fitriyana)

Loading...