4 Pejabat Pemkab Madina Diduga Terlibat Kasus Korupsi

0
669
IMG-20180120-WA0031

Buktipers – Medan (Sumut)

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), memanggil empat orang pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina), guna menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi pembangunan Tapian Sirisiri Syariah dan Taman Raja Batu, Jumat (19/1/’18) kemarin.

Kepala Seksi Penetangan Hukum (Kasipenkum), Sumanggar Siagian, mengatakan pihaknya telah memanggil keempatnya untuk pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket) terhadap dua proyek tersebut yang menghabiskan dana senilai 8 miliar, bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2015.

Dijelaskannya, adapun keempat pejabat itu, mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Syahruddin ST, Kadis Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Rahmat Bahinda Lubis ST MM, Kadis Pora Rahmat Hidayat S.Pd, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Abu Hanipah.

“Ia benar, hari ini kita telah periksa dua orang, kemarin Rabu (17/1/’18) lalu, juga telah kita periksa dua orang, jadi semua empat orang yang sudah kita periksa untuk pulbaket ya,” ujar Sumanggar, Jumat (19/1/’18) kemarin.

Ditambahkan, Sumanggar juga mengaku keempatnya masih berstatus sebagai saksi. Namun menurutnya, hal itu tidak menutup kemungkinan status tersebut bisa berubah jika ditemukan adanya keterlibatan.

“Inikan berawal dari laporan masyarakat yang kita terima. Kalau diproyek pembangunan tersebut ditemukan adanya kerugian negara, maka yang terlubat pasti akan kita proses hukum. Sebelumnya, kita masih lakukan pulbaket dan penelidikan. Kita minta dulu keterangan mereka, selanjutnya akan kita lakukan pengembangannya dari hasil pemeriksaan tersebut,” jelasnya.

Bsngunan Tapian Sirisiri Syatoah itu terletak di pinggir Sungai Batang Gadis dan Daerah Aliran Sugai (DAS), serta berdekatan dengan Lokasi Taman Raja Batu yang tidak jauh dari Lokasi Komplek Perkantoran Bupati Madina. (DS/Red).