5 Lakalantas Dengan 2 Orang Tewas Saat Gelar Operasi Zebra Toba 2017 Di Kota Medan

0
184
IMG-20171116-WA0003

BuktiPers.Com – Medan (Sumut)

Operasi Zebea Toba tahun 2017 telah berakhir Selasa (14/11/2017) kemarin lalu di Kota Medan. Kasat Lantas Polrestabes Kota Medan, AKBP M saleh mengungkapkan, gelar Operasi Zebra Toba 2017 yang digelar di Kota Medan telah berakhir. Data yang tercatat selama gelar Operasi Zebra Toba 2017 digelar, terjadi 5 kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi, yang menelan korban jiwa 2 orang tewas, 2 orang luka berat, dan 3 orang luka ringan.

“Kecelakaan terjadi melibatkan 6 sepeda motor, 1 mobil penumpang, dan 5 mobil barang. Ada 5 kasus kecelakaan, 2 orang korban meninggal,” ungkap AKBP M Saleh, Rabu (15/11/2017).

Selain itu jelas Kasat Lantas, polisi juga mengeluarkan 5.787 set surat tilang selama 14 hari menggelar razia di jalan raya. “Dalam Operasi Zebra Toba 2017ini, kita telah mengeluarkan 5.787 set surat tilang, dengan kenderaan yang terlibat pelanggaran, yakni 5.034 untuk pelanggaran jenis sepeda motor, 439 mobil penumpang, 160 mobil bus, dan 124 mobil barang,” jelasnya.

Saleh menyebutkan, pengendara sepeda motor yang banyak terlibat dalam pelanggaran diantaranya ketidaklengkapan surat-surat kenderaan seperti STNK dan SIM sebanyak 2.494 unit sepeda motor, tidak memakai helm 1.163 orang pengendara, dan tidak menyalakan lampu pada siang/malam hari berjumlah 445 pengendara yang melanggarnya.

Pelanggaran untuk mobil dan kenderaan khusus paling banyak diantaranya yakni ketidaklengkapan surat-surat kenderaan sebanyak 254 unit mobil, pelanggaran muatan 137 unit mobil barang, dan disusul ketidakpatuhan penggunaan dan kepemilikan sefty belt disetiap kenderaan mobil sebanyak 102 unit mobil yang melanggar. “Operasi Zebra Toba 2017 di Kota Medan kiranya bisa meningkatkan kesadaran pengendara, agar mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan diri dan orang lain,” pungkas Saleh.

Sejak Operasi Zebra Toba 2017 berlangsung, pantauan dari aturan berkendara, sangat jelas terlihat pelanggaran berlalu lintas, seperti disetiap persimpangan yang terdapat traffic lightnya. Para pengendara selalu melakukan pelanggaran dan tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Sangat dikhawatirkan ajang timbulnya kecelakaan lalu lintas tersebut itu, berakibat dari kurangnya kepatuhan dan tertib untuk mematuhi rambu-rambu lalu lalu lintas tersebut, seperti melanggar traffic light dan tidak mempergunakan zebra cross (garis batas) jalan bila ada petunjuk berhenti. (DS/red)