Ajang Prostitusi Marak, Masa Depan Generasi Muda Aceh Terancam Suram

0
81
IMG-20180320-WA0011

BuktiPers.Com – Meulaboeh (Aceh)

Aceh Loen Sayang, ada apa dan mengapa dengan Aceh. Beberapa waktu lalu di Aceh Barat Meulaboeh digrebek tempat PSK, mulai dari anak dibawah umur sampai Janda tersedia buat lelaki hidung belang, mulai Harga Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu.

Tim Falcon bentukan Polres Aceh Barat, berhasil mengungkap kegiatan prostitusi anak di bawah umur di gang buntu Jalan Beringin Maju, Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (16/3/2018) pekan lalu.

Informasi yang dihimpun di Sumugah Wanita Penghibur di wilayah ini bisa dipesan lelaki hidung belang, secara diam-diam melalui mucikari. Hal ini terungkap setelah polisi meringkus H (41) dan EY (35) yang berperan sebagai mucikari.

Tersangka saat dimintai keterangan oleh media di Mapolres Aceh Barat mengaku, bukan hanya anak di bawah umur saja yang menjadi penyedia jasa, tetapi tersangka juga menyediakan wanita yang sudah berstatus janda untuk dijadikan lahannya meraup keuntungan.

Lantas, berapa tarif yang ditawarkan oleh mucikari ini kepada pria hidung belang. Tersangka mengaku, untuk PSK janda harganya Rp 300 ribu sekali kencan dengan pria hidung belang. Dari harga tersebut, mucikari mendapat Rp100 ribu.

Sementara untuk anak di bawah umur, sambung tersangka, tarif yang dipasang sebesar Rp 400 ribu. “Untuk anak di bawah umur diberikan Rp 300 ribu, selebihnya dianggap sebagai upah terhadap penggunaan tempat melangsungkan perbuatan maksiat itu,” terangnya.

Tersangka mengaku, dirinya tidak pernah memaksa pihak manapun, baik anak di bawah umur maupun janda untuk menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK). Namun, mereka datang atas kemauan sendiri.

“Mereka yang datang ke kami dan meminta pekerjaan ketika kami tawarkan mereka langsung mau,” ucapnya di hadapan Kasat.

Kedua tersangka yang kini sudah mendekam di rutan Mapolres Aceh Barat, juga bersedia untuk menjadi penunjuk arah bagi pihak Kepolisian untuk membongkar seluruh kegiatan prostitusi yang ada di Kota Syariat Islam ini.

Pasal yang dikenakan terhadap H (41) dan EY (35) pasutri yang menjadi mucikari yakni pasal 76 I Jo dan pasal 88 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak, dengan ancaman sepuluh tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Kini kasus prostitusi anak dibawah umur terus dilakukan pengembangan oleh kepolisian, untuk mengungkap tuntas perbuatan yang merusak generasi. [M.Irwan/Red]