Akhirnya, Forum Sukanagara Bersatu Menyegel Pintu Gerbang TMP Yang Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah Pasar

0
131
IMG-20180323-WA0031

BuktiPers.Com – Cianjur (Jabar)

Forum Sukanagara Bersatu (FSB) Gabungan Ormas akhirnya melakukan penyegelan paksa atas adanya aktifitas pembuangan sampah dan pembakaran sampah di lingkungan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur, Jabar, Jumat (23/3/2018).

Aksi penyegelan TMP tersebut merupakan bentuk tindakan protes atas Kebijakan Pemerintah Kecamatan Sukanagara dengan adanya aktifitas pembuangan sampah dan pembakaran sampah di lingkungan tersebut.

“Kami prihatin atas kejadian tersebut, karena kami merasa bahwa Kemerdekaan ini adalah jasa pejuang. Segala bentuk apapun kita harus hormat dan menjunjung tinggi jasa mereka para pejuang, tetapi apa yang terjadi di Kecamatan Sukanagara Makam Para Pahlawan justru dijadikan tempat pembuangan sampah dan pembakaran sampah atas kebijakan oknum pemerintah setempat, kami protes dan kami menentang keras atas terjadinya aktifitas tersebut,” ujarnya.

“Dan alhamdulilah atas kepedulian Rakyat Sukanagara hari ini kita melakukan penyegelan pintu gerbang makam pahlawan, agar makam tersebut tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah tersebut,” kata Abah Dede dari FKPPI Sukanagara

Ketua Forum Sukanagara Bersatu Wadoyo menegaskan, “Kami merasa bahwa tindakan yang dilakukan pihak pemerintahan Kecamatan Sukanagara sangat keliru dan sangat miris melihat fakta yang saat ini terjadi. Tindakan penyegelan ini kita lakukan atas bentuk kepedulian kami terhadap para Pejuang NKRI, yang mana makam pahlawah harus kita jaga dan rawat bebas dari segela unsur yang mengotori Taman tersebut,” katanya.

Sementara itu Camat Sukanagar Firman pada saat dimintai tanggapan terkait hal tersebut melalui pesan Whatsapp Kepada BuktiPers.Com menyampaikan, Jumat (23/3/2018).

[12:42] Camat Suka: Siapp, mudah mudahan tanggapan abdi tiasa dinetralisir oleh rekan rekan media. Mung punten supados abdi teu ngetik deui. Kaleresan aya media anu tos kaluar nu intina memang menyudutkan abdi tanpa melihat situasi dan kondisi. Yg jelan kegiatan mudah mudah hal anu ku forum pengolahan sampah nuju digarap mempunyai nilai positif dgn kekuarangannya.

[23/3 12:43] Camat Suka: Copyan atas klarifikasi kpd media yg telah mengekspose sbb :

[23/3 12:43] Camat Suka: Dengan segala hormat, bahwasannya kejadian apa yg disampaikan oleh media ini, perlu saya klarifikasi diantaranya :

1. Makam pahlawan yang disampaikan memang betul ada, namun secara tidak langsung bahwasannya makam pahlawan tersebut kami rasa yang memelihara hanya kami saja sejak tahun tahun kebelakang sesuai fakta dan seorang veteran. Tidak ada seorangpun yang peduli terhadap makam tersebut. Sehingga kondisinya memperihatinkan

2. Kami selaku orang yg sangat memperhatikannya thdp makam tsb dan kebetulan ada rasa tanggungjawab terhadap permasalahan sampah dan dengan berbagai kekurangannya utk pengelolaan yang sifatnya sementara dan kebetulan bahwa asset tanah tersebut merupakan salah satu asset kami (pemda). Maka kami pergunakan utk uji coba pengolahan sampah dengan catatan tidak akan selamanya menggunakan asset tersebut. Dan sesuai dengan kebijakan kami serta secara etika kami telah berkoordinasi dgn pehak terkait sepakat menggunakan lahan tersebut yg sifatnya sementara.

3. Dan sebagai bahan informasi bahwa kami sadar dan tahu tentang eksisting lahan tsb. Sehingga sesuai dengan rencana sampai bulan juli kami akan pindah tempat. Dengan catatan bahwa apa yang telah kami gunakan akan kami bersihkan sesuai kondisi awal.

4. Perlu kami sampaikan sebelumnya makan tersebut selalu dipenuhi ilalang dan tidak terawat. Namun setelah kami ada alhamdulillah secara tidak langsung makam selalu dirawat dan selalu mendoakan para ahli kubur disana.meskipun kondisinya ada hasil pengolahan sampah disana dengan batasan tertentu. Dan kami selalu memperlihatkan kerja kami baik terhadap rekan kerja kami baik dari unsur TNI maupun Polri dan warga.

5. Adapun tehnik yang kami gunakan tidak berarti menyimpan sampah selamanya disana tetapi dikelola seperti halnya organik kita. (NN/Red)