Astagah..! Pinggiran Jalan Akses Desa Wisata “Bukit Kasih” Kanonang, Menjadi Tempat Sampah

0
125
Loading...

BuktiPers.Com – Minahasa (Sulut)

Ruas Jalan Penghubung Kecamatan Kawangkoan Barat, antara Desa Kayuuwi ke Desa Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, terdapat tumpukan sampah yang sudah mulai numpuk di pinggiran jalan.

Para pengendara beroda dua bahkan beroda empat serta pejalan kaki, mengeluhkannya dikarenakan sampah-sampah yang berada di pinggiran jalan tersebut, sudah masuk ke tengah jalan, dan telah menggangu aktivitas warga.

Bukan hanya itu saja, jalan akses Desa Kayuuwi ke Desa Kanonang ini, juga adalah jalan penghubung ke lokasi daerah Wisata “Bukit Kasih” Kanonang Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa yang hampir setiap hari para pengunjung melintasi jalan ini yang sudah mulai menumpuk sampah-sampah, yang seharusnya dibuang ke tempatnya.

Sesuai pantauan BuktiPers.Com, Jumat (18/5/2018), terdapat pula hal yang sama, sampah yang berada di pinggiran jalan antara Desa Sendangan Kecamatan Kawangkoan ke Desa Kanonang Raya Kecamatan Kawangkoan Barat, sudah sekian lama tempat ini dijadikan pembuangan berbagai macam sampah.

Silvia salah seorang warga Suluun Tareran (Sulta) yang sedang melintasi jalan tersebut, mengaku resah dan mengeluhkan kondisi jalan yang sudah hilang keindahannya dikarenakan sampah yang sudah numpuk, bahkan bertaburan di jalan.

“Saya hampir setiap melewati jalan ini, selalu saya tutup mulut karena bau-bau sampah yang sudah membusuk, itu membuat saya jijik. Ini sudah tidak indah kelihatannya,” ungkap Silvia.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Desa dalam hal ini Hukumtua Desa setempat di masing-masing Desa, harus mengambil kebijakan, untuk membersihkan sampah-sampah, yang sudah mulai numpuk di pinggiran jalan, bahkan sudah bertaburan ke dalam jalan.

Pemerintah Kecamatan dalam hal ini Camat Kawangkoan Barat, diminta untuk menindak lanjuti dan menangani sampah-sampah yang semakin hari semakin bertambah. Agar menjaga kebersihan Desa Wisata “Bukit Kasih” Kanonang, yang setiap harinya, kedatangan para wisatawan. (Andy/Red)

Loading...