Batu Lubang, Eksotis Yang Menyimpan Sejuta Cerita.

0
111
Loading...

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Salah satu misteri dan saksi bisu sejarah kekejaman Kolonial Belanda adalah jalan terowongan yang diberi nama”Batu Lubang”.

Batu Lubang terletak di Km 8, Kawasan Dusun Simaninggir, Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis (sekitar 15 menit perjalanan dari Kota Sibolga). Singkat Sejarah Batu Lubang diukir di sebuah ornamen di kawasan tersebut.

Bila Anda datang ke kota Sibolga dari arah Tarutung, Anda pasti akan melewati Batu Lubang yang terdiri dari 2 buah terowongan.Jarak dua Batu ini sekitar 70 meter, Batu pertama pendek, sedangkan Batu kedua lebih panjang.

Batu Lubang ini selalu dialiri air dari aliran air terjun yang ada di kawasan tersebut. Bila Anda melewati lintasan Batu Lubang, maka terlihat air yang menetes di langit-langit terowongan dan suara air terjun. Dan bila Anda melewati Batu kedua (yang lebih panjang dan bentuknya L), anda harus membunyikan klakson agar kendaraan diseberang tahu kalau anda sedang di posisi didalam. Batu Lubang ini hanya bisa dilalui satu kendaraan saja.

Cerita Sejarah Batu Lubang tersebut yaitu pada masa dibuatnya jalan tersebut dengan sistem kerja paksa (RODI), sekitar tahun 1930. Pada saat itu Belanda kesulitan masuk ke tanah Batak melalui Barus karena terhalang batu cadas keras di sisi Bukit Barisan. Mereka memaksa warga pribumi Indonesia untuk membuat lubang dengan memahat batu-batu hingga bisa tembus ke jalan Tarutung-Sibolga.

Selama masa kerja paksa tersebut, kawasan tersebut banyak memakan korban jiwa.Bagi mereka yang dipaksa kerja sampai mati kelelahan, dibuang ke jurang yang berada di sisi Batu Lubang.
Jalan Nasional Sibolga – Tarutung memiliki panjang 66 Km, dikenal sebagai satu–satunya jalan unik di dunia dengan jumlah kelokan sekitar 1.200 kali atau dengan kata lain, sepanjang perjalanan menuju kedua daerah itu Anda akan dihadapkan dengan kondisi jalan yang berkelok.Bagi supir yang kurang berpengalaman diharap berhati-hati. Karena biasanya kecelakaan yang terjadi disana disebabkan karena supir tidak biasa menghadapi kondisi jalan seperti ini.

Masyarakat Indonesia dan khususnya warga Sumatera Utara (Sumut) belum banyak mengenal dan mengetahui bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memiliki sebuah peninggalan situs sejarah perjuangan saat jaman kolonial berupa jalan terowongan yakni” Batu Lubang”.Hari ini 103 Tahun,usia Batu Lubang ini,6 juli 1915 – 6 juli 2018.(rilis/Job Purba)

Loading...