Bongkar Kasus Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Perawatan Gedung Kelurahan CBS

0
139

BuktiPers.Com – Jakarta (DKI)

Pelaksanaan kegiatan perawatan gedung kantor Kelurahan Cipinang Besar Selatan tahun pelaksanaan 2016 diduga telah terjadi kesalahan prosedur, mark up anggaran dan rekayasa administrasi.

Informasi yang dihimpun BuktiPers.Com menguakkan adanya indikasi kediktatoran sang Lurah yang mengakibatkan pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi salah prosedur.

Menurut sumber di lapangan bahwa peratawan gedung kantor tersebut tidak menggunakan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dari Sudin Perumahan, tidak memiliki pembobotan, tidak memiliki dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ).

Berbagai sumber yang mengatakan bahwa setelah kegiatan itu menjadi masalah dan mencuat kepermukaan barulah SPJ nya dibuat pada bulan September 2017. Lagi menurut sumber yang namanya diminta untuk dirahasiakan, pembuat SPJ tersebut adalah salah seorang oknum staf di kantor Kelurahan yang berada wilayah Jakarta Pusat.

Hal ini diamini oleh salah seorang staf yang bertugas di Kantor Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatingara, Jakarta Timur. Namun staf tersebut tidak mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Lagi menurut staf yang namanya diminta untuk dirahasiakan tersebut bahwa pencairan dana dilaksanakan melalui rekening kelurahan.

“Kegiatan itu diberikan kepada Sianxxxi bang, tak ada pembobotan dan RAB nya tidak jelas. Tidak ada SPJ nya itu, setelah dipanggil penyidik barulah kebakaran jenggot buat SPJ. Anggarannya bengkak bang, kayaknya nggak sesuai dengan kerjaan. Rekanannya teman Pak Lurah…………”, sebutnya.

Sumber lain mengatakan bahwa pembuat SPJ nya adalah salah seorang oknum staf di bilangan Jakarta Pusat dan barulah pada tanggal 14 September 2017 selesai.

“Si Uxx yang buat SPJ nya dan dia sudah ngaku padaku. tadi siang, Kamis (14/9/2017) saat kutanya, dia ngaku dan katanya akan diambil sore ini”, cetus sumber yang namanya diminta untuk dirahasiakan tersebut.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Lurah Cipinang Besar Selatan lewat SMS, yang bersangkutan tidak menjawab dan ketika awak media ini berusaha menyambanginya ke kantor Kelurahan, yang bersangkutan tidak ditemukan.

Menyikapi hal ini, dimohon kepada Institusi Penegak Hukum di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur agar kiranya segera melakukan penyelidikan dan penyidikan demi membongkar tuntas permasalahan tersebut. ( Frans/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here