“Cak Imin Dimata Pemuda Sumatera Utara”

0
37

BuktiPers.Com – Medan (Sumut)

Mengenal dan memaparkan pribadi seseorang terasa berat untuk menjelaskannya apalagi belum pernah berpapasan langsung bahkan berkomunikasi face to face dengan orang tersebut.

Hal ini diungkapkan Dr. Anang Anas Azhar, MA saat diminta menjadi salah seorang nara sumber pada dialog bertema “Cak Imin dimata Pemuda Sumatera Utara” yang berlangsung di Kedai Kopi Kombur jalan Sisingamangaraja (depan kampus UISU) Medan pada Senin (2/10/2017) juga dihadiri kelompok Cipayung Plus terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH).

Anang Anas Azhar, yang kesehariannya bekerja sebagai Staf Ahli Rektor UIN Sumut mengungkapkan bahwa ia mengenal Muhaimin Iskandar atau yang lebih akrab disapa Cak Imin adalah kader Nahdlatul Ulama (NU) karena ketika mahasiswa beliau aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

“Muhaimin Iskandar atau yang lebih akrab disapa Cak Imin adalah kader Nahdlatul Ulama (NU) karena ketika mahasiswa beliau aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)”, ungkap Anang Anas Azhar.

Ditambahkan Anang, di publik Cak Imin merupakan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dikukuhkan tahun 2005 hingga sekarang dan kepiawaian Cak Imin mendukung dua periode kepemimpinan SBY, bahkan pada pemilu 2014 dengan kemenangan Jokowi-JK, PKB berhasil menancapkan sebagai partai politik pendukung pemerintah yang taat dan ikut terhadap kebijakan pemerintah.

Sikap politik yang dibawa PKB ini, menjadikan PKB diperhatikan pemerintah. Salah satu perhatian pemerintah adalah menempatkan kader kader NU duduk di kabinet SBY dan Joko Widodo sebagai menteri selama 15 tahun belakangan.

Dalam acara dialog yang diprakarsai PKC PMII Sumut itu, Ketua Umum Badko HMI Sumut Septian Fujiansya Chaniago yang didampingi Ketua Korda GMNI Sumut Charles Munthe, Ketua Umum DPD KAMMI Sumut Supandi, Ketua Umum DPD IMM Sumut Budi Setiawan dan Ketua Umum Pimpinan Wilayah HIMMAH Sumut Nurul Yakin Sitorus mengatakan tidak mengenal Cak Imin secara spesifik, namun jika melihat rekam jejaknya dalam berorganisasi dan dunia aktivis, integritasnya sebagai salah satu tokoh reformasi tidak perlu diragukan.

“Saya tidak mengenal Cak Imin secara spesifik, namun jika melihat rekam jejaknya dalam berorganisasi dan dunia aktivis, integritasnya sebagai salah satu tokoh reformasi tidak perlu diragukan”, kata Septian Fujiasya Chaniago.

“Kebijakan politik Cak Imin banyak mempengaruhi masyarakat NU yang diwujudkan melalui perjuangan partai politik bentukan kader kader NU yakni PKB dan dapat menjadi pemimpin disemua level, baik muda maupun tua, mampu menjadi jembatan kepentingan sehingga Cak Imin menjadi milik bersama”, ungkap Septian.

Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumut Bobby Niedhal Dalimunthe kepada BuktiPers.Com mengungkapkan bahwa cita cita reformasi harus dilanjutkan dengan mempercayakan kepemimpinan nasional ketangan Kelompok Cipayung Plus mengingat Reformasi 1998 dimotori mahasiswa, diantaranya elemen Kelompok Cipayung Plus dan Kelompok Cipayung Plus menaruh harapan kepada sosok Cak Imin yang dinilai mampu melaksanakan cita cita reformasi.

“Cita cita reformasi harus dilanjutkan dengan mempercayakan kepemimpinan nasional ketangan Kelompok Cipayung Plus mengingat Reformasi 1998 dimotori mahasiswa, diantaranya elemen Kelompok Cipayung Plus dan Kelompok Cipayung Plus menaruh harapan kepada sosok Cak Imin yang dinilai mampu melaksanakan cita cita reformasi,” ungkap Bobby.

Pada kesempatan tersebut, tampak hadir Ronald Naibaho (aktifis GAMKI), Anang Azhar (pakar komunikasi), Fadli Yaser (ISNU), Faisal Riza (pakar politik), Aswan Jaya (politisi) yang juga memberikan pemaparan terkait Cak Imin. (EBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here