Da’i Muda Asahan Prihatin Maraknya Teror Kepada Pemuka Agama

0
145
IMG-20180221-WA0038
Loading...

Buktipers.com – Asahan (Sumut)

Belakangan ini marak terjadi kasus kekerasan dan penyerangan terhadap sejumlah tokoh agama serta simbol-simbol keagamaan di sejumlah daerah. Hal ini meresahkan para tokoh agama, termasuk para Mubaligh, Da’i yang tergabung dalam wadah Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI).

Ketua Umum FKDMI Asahan, H. Raja Dedi menegaskan,  ada  4 Serangan Tahun 2018 ini Pertama, serangan pada 27 Januari 2018. Sasarannya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Emon Umar Basyri.

Kedua, serangan pada 1 Februari 2018. Sasarannya Ustadz Prawoto. Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) itu pun meninggal dunia akibat diserang oknum tetangga yang diduga gila.

Ketiga, serangan kepada seorang santri Pesantren Al-Futuhat Garut oleh enam orang tak dikenal. Ada juga seorang pria yang diduga gila bersembunyi di atas Masjid At Tawakkal Kota Bandung mengacung-acungkan pisau.

Keempat, serangan pada 11 Februari 2018. Sasarannya, pendeta dan jemaat Gereja Santa Lidwina, Kabupaten Sleman, DIY. Empat jemaat luka-luka dan pendeta yang memimpin ibadah pun terluka akibat serangan itu.

“Kasus diatas harus segera ditangani oleh aparat keamanan. Jika tidak, maka kejadian tersebut akan menimbulkan prasangka-prasangka yang menyesatkan bahkan memunculkan gejolak kekacauan di masyarakat. Kami berprasangka ada pihak-pihak yang ingin membuat suasana ketakutan, saling curiga dan ketegangan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Ustadz Muda Asahan ini Rabu (21/2/2018).

Bahkan dia menduga, ada segelintir oknum yang sengaja menciptakan kekacauan supaya masyarakat dibuat semakin kacau.

“Kami menduga ada rekayasa jahat yang bertujuan ingin membuat kekacauan dan konflik antar elemen masyarakat dengan memanfaatkan momentum tahun politik,” tambahnya.

Untuk mencegah hal itu tidak terulang, FKDMI mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, bersikap tenang, dapat mengendalikan diri, serta tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba dan ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. (Rahmat Darmaji/Puji)

Loading...