Demi Kedamaian Dan Ketentraman, Bhayangkari Sulut Gelar Doa Bersama

0
62
Loading...

BuktiPers.com – Manado (Sulut)

Pasca peristiwa penyerangan teroris yang menyebabkan gugurnya anggota Polri, baik di Jakarta, Surabaya maupun di Riau beberapa waktu lalu, banyak dukungan moril dan doa diberikan masyarakat Indonesia.

Salah satunya dukungan moril dan doa bersama yang digelar oleh Bhayangkari Sulawesi Utara, Kamis (17/5/2018). Doa bersama tersebut juga dalam rangka keutuhan, ketentraman dan kedamaian Bangsa Indonesia.

Khusus untuk Bhayangkari dan personil Polri yang beragam Nasrani, doa bersama digelar di aula Tribrata Polda Sulut, sedangkan Bhayangkari dan personil Polri yang Beragama Muslim dilaksanakan di Mesjid Nurul Jihad Polda sulut.

Doa bersama di Mesjid Nurul Jihad diawali dengan Sholat Zuhur bersama, dilanjutkan dengan Shalat Ghaib dan selanjutnya ceramah agama oleh Ustad H. Umar Maliki.

Dalam ceramahnya, Ustad menyampaikan bahwa perang yang terbesar di dunia ini adalah perang melawan hawa nafsu. Ia menyayangkan peristiwa yang terjadi akibat ulah para teroris sehingga menimbulkan korban jiwa baik para pelaku teroris maupun korban jiwa aparat Kepolisian.

“Banyak perang yang dipimpin Rasulullah namun beliau sendiri berpesan jangan pernah membunuh kalau tidak diserang. Berbuat baiklah kamu kepada siapapun karena Allah akan berbuat baik kepada kalian,” ujar Ustad.

Ustad juga mengajak personil Polda Sulut yang hadir agar terus meningkatkan keimanannya kepada Allah SWT, melalui ibadah di bulan suci Ramadhan. “Puasa mengajarkan kita banyak hal, seperti meningkatkan kepekaan sosial kita dan kejujuran,” ujarnya.

Diakhir ceramah, Ustad Maliki mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para pahlawan Bhayangkara yang gugur dalam melaksanakan tugas negara. “Insya Allah Pahlawan Bhayangkara menjadi Mujahid Allah dan ditempatkan di tempat yang layak di sisi Allah,” tandasnya. (Andy.R)

Loading...