Di Konfirmasi Terkait Dugaan Pemotongan Dana PIP, Kepsek SDN 09 Lainea Kabur

0
61

BuktiPers.com – Konawe Selatan (Sultra)

Diduga melakukan pemotongan terhadap dana Pendidikan Indonesia Pintar (PIP), Kepala Sekolah SDN 09 Lainea kabur saat akan dikonfirmasi wartawan yang hadir menjumpai oknum Kepsek tersebut.

“Kita sudah menunggu untuk konfirmasi karena banyaknya informasi yang kita peroleh bahwa Oknum Kepala Sekolah SDN 09 Lainea, Watiani Spd telah melakukan kecurangan dengan memotong dana yang merupakan hak dari para pelajar, namun bukannya menjawab pertanyaan kita malah Kepsek ini kabur” ujar salah seorang Risal Asnandar dan Arsan Toto, wartawan media online setempat kepada BuktiPers.com melalui hubungan WhatsApp, Sabtu (5/5/2018).

Sementara itu salah seorang orang tua murid yang enggan namanya di publikasikan menyatakan bahwa anaknya mendapatkan bantuan PIP sebesar Rp. 450 ribu yang diterima langsung di Bank BRI cabang Punggaluku, namun anehnya uang dari siswanya yang meraih dana PIP tersebut diambil langsung oleh Kepala Sekolah dengan alasan uang tersebut nanti hilang. Namun sekembalinya dari Bank BRI oknum Kepala Sekolah tersebut menyampaikan agar siswa pemerima PIP menyampaikan kepada orang tua siawa adanya pemotongan sebesar Rp. 10 ribu per siswa untuk biaya transportasi dan Rp. 50 ribu per siswa untuk biaya Administrasi.

“Berarti Kepala Sekolah memotong hak siswa sebesar Rp. 60 ribu per siswa dengan alasan yang dibuat-buat. Sementara sebelumnya kami tidak pernah diundang rapat ataupun pemberitahuan adanya pemotongan dana PIP tersebut. Selain itu juga Oknum Kepala Sekolah ini berjualan baju batik dengan harga Rp. 135 ribu. Sehingga uang yang diterima siawa tinggal Rp. 255 ribu bahkan ada juga orang tua siswa penerima dana PIP hanya mendapatkan sisa sebesar Rp. 190 ribu sementara baju tidak dapat” ujarnya.

Lebih lanjut orang tua siswa mengatakan bahwa Kepsek tersebut memonopoli dana PIP dengan memaksakan agar siswa membeli baju tanpa ada koordinasi atau pemberitahuan sebelumnya. Karena dalam pembelian baju tersebut Kepala Sekolah tersebut sudah mengambil keuntungan.

Hal senada juga disampaikan orang tua murid yang lainnya. Dimana orang tua murid ini mengaku menerima sebesar Rp. 255 ribu setelah di potong uang baju, uang transport dan uang administrasi yang dipotong langsung dari dana PIP yang langsung diambil dari Bank BRI.

“Kami ada dipanggil Kepala Sekolah saat akan adanya penerimaan dana PIP tahap kedua. Namun setelah pencairan kembali Kepala Sekolah melalui Bendahara Sekolah mengambil uang tersebut.

“Sebenarnya kani tidak keberatan jika ada informasi sebelumnya melalui rapat forum Kepsek, Guru, Komite Sekolah dan wali murid. Coba bayangkan siswa penerima dana PIP sebanyak 140 siswa. Jika per siswa di potong sebesar Rp. 195 ribu jadi Kepsek memperoleh uang sebesar Rp. 27.300.000 per tahap

Sementara itu Sasri, Bendahara SD 09 Lainea saat dikonfirmasi membenarkan bahwa siswa penerima dana PIP adalah sebanyak 140 siswa dan menyebutkab bahwa ada salah satu siswa yang nama ganda dengan nama orang tua berbeda di kartu identitas keluarga saat pengajuan.

“Ada nama siswa yang ganda dengan identitas orang tua yang berbeda. Namun uang tersebut nggak kita ambil dan kita kembalikan ke Kas daerah” ujarnya.

Dengan adanya peristiwa ini diharapkan Pemerintah dan aparat penegak hukun untuk menindak lanjuti serta memeriksa Kepala Sekolah SD 09 Lainea agar tidak ada pemotongan dana PIP lagi. (Team BP)