Diduga Gantung Diri, Jenazah Juheni Ditemukan Tergantung Di Pohon Jambu

0
251
IMG-20180108-WA0101

Buktipers.com – Tanggamus (Lampung)

Tim gabungan anggota Polsek Wonosobo, anggota Koramil, Tim Kesehatan bersama Kepala Pekon Gunung Doh dan masyarakat setempat berhasil mengevakuasi jenazah Juheni, pria diperkirakan berumur 45 tahun ditemukan telah tergantung di pohon jambu tepatnya di kebun dusun Blok 5 Kali Ayu Pekon Gunung Doh Kecamatan Bandar Negeri Semoung, Senin (8/1/18).

Kapolsek Wonosobo Iptu Andre Try Putra, S.Ik. MH mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si menjelaskan bahwa pada Senin (8/1) pukul 06.00 WIB, Polsek mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya mayat tergantung di kebun milik Slamet Riadi (40) warga Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu yang bertani di blok 5.

“Informasi awal ditemukannya jenazah Juheni, didapatkan dari Junaidi (47) warga yang kebunya bersebelahan dengan lokasi penemuan jenazah,” jelas Iptu Andre Try Putra.

Lantas, Junaidi menginformasikan kepada pemilik kebun selanjutnya diteruskan kepala pekon Gunung Doh hingga ke Polsek Wonosobo.

Lanjut Kapolsek, jalan menuju medan yang sangat jauh dari Blok 5 menuju lokasi hanya bisa di lewati dengan berjalan kaki lebih kurang 4 jam perjalanan, ditambah lagi saat pertengahan jalan hujan mengguyur sehingga sehingga jalan yang dilalui sangat licin.

“Walaupun hujan deras terus mengguyur, jenazah Juheni yang ditemukan telah tergantung menggunakan tali kain berwarna biru dengan ciri-ciri menggunakan kaos bergaris biru hijau, memakai bersarung dan menggunakan celana akhirnya berhasil di evakuasi sekitar pukul 01.00 WIB,” terang Kapolsek.

Menurut keterangan tim medis, korban murni gantung diri dan diperkirakan sudah meninggal selama 7 hari, sehingga kondisi sekujur badan sudah membengkak, mengeluarkan bau menyengat, muka tidak dapat di kenali, kulit sudah mengelupas dan sudah banyak belatung yang keluar.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Slamet Riadi sebagai pemilik kebun berdasarkan ciri-ciri dan pakaian yang digunakan, dia yakin bahwa jenazah tersebut benar Juheni yang merupakan pekerja yang membantunya berkebun dan tinggal digubuk kebun selama ini seorang diri.

“Pemilik kebun hanya mengetahui Juheni adalah merupakan warga Kecamatan Talang Padang, tetapi untuk alamat lengkapnya tidak diketahui jelas,” ujarnya.

AKP Andre Try Putra menambahkan, dalam peristiwa tersebut tindakan yang di ambil meliputi evakuasi mayat, pengamanan dan olah TKP, mencari barang bukti, mencari saksi-saksi dan penyelidikan lebih lanjut.

“Karena jenazah ditemukan dalam keadaan sudah bengkak sekujur badan dan sudah terdapat ulat yang keluar dari tubuhnya serta sulitnya medan disertai hujan deras selaian itu tidak diketahui alamat jelas keluarganya maka jenazah langsung dimakamkan di pemakaman umum dusun setempat.” pungkasnya. (anang/agus/red)