Diduga Oknum PT. Jasa Tirta Memperjual Belikan Pasir Hasil Sedotan Normalisasi Sungai Asahan

0
112
Loading...

Bukti Pers.com – Tobasa (Sumut)

Normalisasi sungai Asahan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya dikerjakan PT. Jasa Tirta Kabupaten Toba Samosir untuk menyedot pasir agar sungai Asahan tidak meluap. Namun hal ini dimanfaatkan oknum PT. Jasa Tirta Tobasa, dimana hasil penyedotan berupa pasir diduga kuat diperjual belikan padahal PT. Jasa Tirta tidak memiliki izin galian, Selasa, (08/05/2018)

“Kita tidak memiliki izin galian, jadi pasir yang disedot dari sungai Asahan tidak bisa diperjual belikan. Kalau ada yang memperjual belikan berarti ada permainan oknum disana, ungkap Zeplin Harahap Humas PT. Jasa Tirta melalui telefon selularnya.

Zeplin Harahap juga menambahkan akan turun kroscek lapangan dalam waktu dekat ini. “kebetulan saya saat ini sedang di Medan, pulang dari medan aja nanti kita turun kelapangan,” ucapnya mengakhiri.

Diketahui bertempat Dolok Nauli Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir terlihat keluar masuk dump track jenis colt desel pengangkut pasir dan alat berat jenis excafator yang sedang beroperasi untuk memuat pasir hasil sedotan PT. Jasa Tirta dari sungai Asahan yang disalurkan kebeberapa panglong (toko bangunan) yang berada di Kab. Tobasa.

Terpisah, Harris Lumbantoruan penggiat perusak Lingkungan yang ditemui buktipers.com di Dinas Lingkungan Hidup saat melaporkan aktifitas pertambangan tanpa izin (pasir) di lokasi pembuangan limbah normalisasi sungai Asahan oleh PT. Jasa Tirta.

“Saat ini kita melaporkan aktifitas pertambangan pasir hasil limbah normalisasi sungai Asahan yang berada di Dolok Nauli Kecamatan Porsea Kab. Tobasa kita berharap dengan laporan ini Pemkab Tobasa melalui Dinas Lingkungan Hidup cepat tanggap karena ini sudah merupakan kerugian Negara dari sumber pajak dan jelasnya ini sudah mengurangi hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab. Tobasa ujarnya. (Jhon Rifer AS)

Loading...