Diguyur Hujan Sebentar Pusat Kota Dikepung Genangan Air

0
53
Loading...

Buktipers.com – Cianjur (Jabar)

Melihat kondisi intensitas air tinggi meluap kemana-mana, menyebabkan banjir dan macet merayap di sejumlah titik lokasi. Seperti halnya di jalan utama atau jantung kota Cianjur dan kecamatan lainnya. Seperti halnya di Jalan Dr Muardi (By Pass), lalu Jalan Hos Cokroaminito dan jalan utama lainya, Jumat (22/6/2018).

Pubik menilai, selain besarnya luapan air hujan mengakibatkan banjir di jalan utama akibat kondisi drainase yang buruk atau minum dan banyak tumpukan sampah. Sehingga memicu banjir di sejumlah titik lokasi badan jalan hingga masuk trotoar para pejalan kaki.

Dang Hendra (39) seorang pengendara motor warga Kelurahan Sayangkulon, Kecamatan Cianjur membenarkan, luapan air naiknya sekitar pukul 16:25 WIB. Bahkan, sempat ada kepanikan salah satu pengendara motor dan mobil. Karena, susah hendak mau melintas, ada satu unit motor terseret derasnya air.

“Nah, apalagi akses jalan utama atau pusat jantung kota selalu ramai banyak pengendara dan para pejalan kaki. Tentunya mengganggu, perlu hati-hati dan waspada bila melintas. Karena rawan akan kecelakaan,” katanya diamini, Yanti Hidayat (40) warga lainnya kepada awak media.

Warga setempat menyebutkan, kemungkinan drainase di sekitar lokasi minim, sudah dangkal dan banyak juga got atau gorong-gorong banyak tumpukan sampah. Sehingga setiap datang air selalu meluap, selalu banjir bila musim hujan tiba, luapannya cukup besar.

“Ya, bahkan para pengendara motor dan mobil merasa khawatir, panik dan waswas. Kalau yang mogok banyak, pasalnya mesin kendaraan mayoritas terendam air, banjir tingginya sekitar kaki lutut orang dewasa,” ungkapnya.

Hal lain, Agus Irwansyah (38) pengendara motor lainnya memaparkan, saat hujan deras tiba-tiba air meluap dan membanjiri jalan. Bahkan pengemudi motor harus menepikan kendaraannya, karena khawatir terbawa arus. Memang benar, ada satu unit mobil terparkir terendam bajir dibiarkan begitu saja sama pemiliknya.

“Kemungkinan banjir terjadi, akibat buruknya drainase buruk, terutama pembangunan mengenai gorong-gorong (got,red) itu kurang lebar atau asal jadi,” pungkasnya. (SN)

Loading...