Dinas Sosial OKI Gelar Rakor PKH dan BPJS Kesehatan.

0
106
Loading...

Bukti pers.com – Kayu Agung (Sumsel)

Rapat rutin koordinasi Program Keluarga Harapan(PKH) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) Kesehatan Dinas Sosial(Dinsos) Kabupaten Ogan Komering Ilir(OKI) Sumatera-selatan(Sumsel) yang digelar dikantor sekretariat Aula Bappeda OKI, Rabu(02/05/2018).

Kepala Dinas Sosial(Dinsos) Kabupaten OKI, Amiruddin. S.sos. M.si saat diwawancarai oleh media mengatakan,” Bahwa Rapat koordinasi PKH ini adalah rapat rutin yang selalu diselenggarakan gunanya untuk mengevaluasi PKH-PKH yang ada serta mensosialisasikan kemasyarakat yang selama ini sudah melakukan pencairan,untuk tahun ini sudah melakukan pencairan pertama dengan melakukan sistem non tunai, melalui lewat kerekening yang mendapat PKH masing-masing, “Katanya.

“Hal ini, guna  menghindari hal-hal yang selama ini kita tidak inginkan dimasyarakat, maka dari itu, Dinas Sosial(Dinsos) selalu mengadakan rapat koordinasi rapat rutin tersebut,” Ungkapnya.

Selanjutnya, Kepala Bidang(Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos OKI, Zainani S.Sos. saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan,” Rapat koordinasi ini adalah rapat rutin yang selalu kita laksanakan untuk mengevaluasi PKH-PKH diKabupaten OKI di 18 Kecamatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dapat diinginkan,” Ujarnya.

“Sarjana pendamping PKH kita diKabupaten OKI ini, lebih kurang 200 orang yang tersebar di 18 Kecamatan, dengan tujuan agar supaya PKH yang ada di Kabupaten OKI tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang menggunakannya khususnya masyarakat miskin,” Ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Kabupaten(Koorkab) I PKH OKI, Budiansyah saat ditemui media menjelaskan,” Untuk mensosialisasikan dan menjelaskan dilapangan dan menanggulangi kendala-kendala yang ada ditemui dilapangan, “Katanya seraya menjelaskan masih adanya keluarga penerima manfaat yang belum memiliki kk dan ktp.”kita mengambil langkah-langkah supaya kawan-kawan(Pendamping-red) bisa membantu masyarakat tersebut bisa memiliki kk dan ktp”.

“Untuk tahun 2018 penerima Pkh ada penambahan kuota dari Pusat . Penerima Pkh tahun ini sebanyak 37.083 kk dari jumlah kk miskin sebanyak 57.000 kk.sedangkan ditahun 2017 penerima Pkh berjumlah 22.000 KK”. imbuh Budi seraya berharap program ini selalu berkelanjutan Karna program ini bener-bener bermanfaat.(firman/red).

Loading...