Dishub DKI Jakarta Tebang Pilih Dan Tidak Paham Rambu Lalin

0
366

BuktiPers.Com – Jakarta (DKI)

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta selama ini sangat tegas dalam penindakan kenderaan yang parkir di area larangan. Tak pernah mundur, dan selalu jujur serta tegas. Jika ada kenderaan yang terlihat parkir di area yang tidak pada tempatnya, jajaran Dinas Perhubungan langsung melakukan eksekusi berupa penderekan. Hal ini diakui oleh Hardiansyah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.

Ketika dikonfirmasi BuktiPers.Com melalui jaringan WA, Hardiyansyah mengaminkan bahwa jajarannya menegakkan disiplin berlalulintas. Dan apabila ada kenderaan yang parkir sembarangan langsung diderek. Namun ketika dikirim foto tentang mobil derek Dishub yang parkir di area larangan dan diminta tanggapan, Kadis Hub itu tak menanggapi.

Aneh bin ajaib sikap dan prilaku Aparat Sipil Negara (ASN) yang bertugas di jajaran Dishub DKI ini. Sikap dan tindakan tegas hanya berlaku kepada masyarakat biasa. Namun tidak memberikan contoh dan panutan selaku jajaran yang punya hak melakukan eksekusi.

Sebagaimana pengalaman awak media ini pada bulan lalu, saat istirahat siang memarkirkan kenderaan di depan warung kopi yang terletak di Jln. Letjend Sutoyo persis di samping Pull Bus Primajasa. Sekitar 5 menit kemudian ada petugas Dishub lewat dan langsung menderek kenderaan tersebut. Tak ayal lagi, pemilik kenderaan pun dikenai sanksi denda. Padahal, ditempat tersebut tidak ada tanda larangan parkir atau tanda larangan stop.

Namun, pemandangan yang terlihat sebagaimana diatas, menunjukkan ketidak pedulian jajaran Dishub terhadap larangan parkir. Sebagaimana terlihat dalam foto, ada 2 unit mobil derek Dishub yang terparkir aman dibawah tanda larangan parkir. Pemandangan ini merupakan hal biasa sehari-hari.

Padahal, seharusnya Dishublah yang akan memberikan contoh terbaik pada masyarakat, ternyata jauh dari kenyataan. Kelakuan ini dapat dikategorikan sebagaimana bunyi peribahasa “lalat di seberang lautan dapat terlihat namun gajah di pelupuk mata luput dari pandangan”.

Pertanyaan mendasar atas perilaku para ASN di jajaran Dishub DKI ini adalah, mengapa ngaku menegakkan aturan dan melakukan tindakan tegas berupa penderekan kenderaan jika terlihat parkir di sembarang tempat namun mobil dereknya pun parkir di area terlarang?

Apakah penegakan hukum hanya berlaku pada masyarakat biasa? Apakah hukum tidak berlaku pada Dishub? Atau barangkali Ka Dishubnya tidak pernah memberikan pencerahan pada jajarannya sehingga boleh parkir di tempat terlarang? Atau barangkali penegakan disiplin tak perlu bagi jajaran Dishub DKI?

Semoga Peprov DKI Jakarta menyadari jajarannya yang sering lakukan kesewenangan di lapangan terhadap masyarakat. Dan semoga jajaran Dishub boleh berubah! (Frans Samosir/Red)