Dituding Terima Upeti, Kejatisu Diminta Evaluasi Kinerja Kejari Labuhanbatu

0
69

Buktipers.com – Labuhanbatu (Sumut)

Dituding bahwa Kejari Labuhanbatu diduga terima upeti atas penyidikan dugaan Mark Up proyek pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) senilai Rp.638.400.000 TA 2014,Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) diminta evaluasi kinerja Kejari Labuhanbatu.

“Kami meminta Kejatisu harus melakukan evaluasi kinerja Kejari Labuhanbatu terkait penyidikan dugaan mark up LPJU.Sebab,ada dugaan bahwa Kejari Labuhanbatu terima upeti.”kata Sekretaris FORWIN Okta Simanjuntak SH didampingi Sekretaris LSM GARI Labuhanbatu di Rantauprapat.

Mereka mengatakan hal adanya dugaan upeti dalam proses penyidikan dugaan mark up LPJU dapat dibukti analisa penetapan PPK sebagai tersangka tidak sesuai dengan alur proses pelaksanaan proyek pengadaan LPJU tersebut.

Sebab,jelas mereka,dalam alur proses pelaksanaan pengadaan LPJU tersebut banyak melibatkan individu lain sesuai tufoksi seperti rekanan sebagai penyedia barang.Kemudian Kepala Dinas (Kadis) selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Konsultan yang mana individu ini mempunyai peranan masing-masing terutama rekanan dan Kadis.

Mereka juga mentengarai bahwa ada skenario dalam proses penyidikan dugaan mark up oleh Kejari Labuhanbatu sehingga penetapan PPK sebagai tersangka hanya sebagai tumbal untuk menutupi oknum lain yang terlibat.

Sebelumnya,Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut Abdyadi Siregarjuga menegaskan bahwa perkara korupsi atau sejenisnya tidak melibatkan hanya seorang PPK sebagai tersangka tetapi berantai.

Kasi Pidsus Kejari Labuhanbatu Muhammad Husairi saat dihubungi Minggu,(21/1) guna klarifikasi membantah semua tudingan negatif terkait penyidikandugaan mark up LPJU.”Itu semua tidak benar.”kilahnya melalui pesan SMS.

Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian SH ketika dihubungi Minggu,(21/1) terkait perihal ini justru baru mengetahui sehingga dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil Kasi Pidsus juga Kajari Labuhanbatu untuk dimintai keterangannya.(dha)