Edan, Mantan Napi ‘Kuasai’ Proyek Drainase Dinas PU Kota Medan

0
518
IMG-20171123-WA0010
Loading...

BuktiPers – Medan (Sumut)

Mantan napi kembali dipercaya menjadi pengelola atau ‘penguasa’ proyek drainase di seluruh Kota Medan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan. Bukan saja sebagai penguasa dalam proyek, tapi juga diberi jabatan menarik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Drainase Dinas PU Kota Medan. Mantan Napi itu ialah ‘Edy Zalman Syahputra’.

Edy Zalman Syahputra bersama 2 orang rekannya, Sudirman dan Sangkot Siregar, pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 3 unit backhoe loader, 1 unit motor grader, dan 1 unit asphalt mixing plat yang bersumber dari APBD-P APBD Pemko Medan TA. 2009, dengan kerugian negara sebesar Rp 2 miliar dan dilaporkan ke Polda Sumut dengan No. LP/403/XI/2010/Dit Reskrim Tanggal 15 November 2010 silam.

Ketika itu, Edy Zalman menjabat sebagai Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga (Sekarang Dinas PU). Dalam kasus ini, Edy Zalman divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Medan dengan hukuman 11 bulan kurungan penjara. Enam tahun berselang, anehnya seorang Edy Zalman yang notabene mantan napi itu, kembali menduduki posisi strategis di Dinas PU Kota Medan, yang di pimpin Khairul Syahnan (Kadis PU Kota Medan).

Edy Zalman yang dikonfirmasi Biro Medan Buktipers via pesan singkat (SMS), tak bersedia membalasnya. Ditelefon berulang-ulang, juga tidak bersedia menjawabnya. Saat sambungan kontak terhubung, Edy Zalman langsung mereject atau menolak panggilan. Demikian pula dengan tingkah Kadis PU Kota Medan, Khairul Syahnan, juga menolak panggilan. Kabag Humas Pemko Medan, Ridho Nasution, saat dihubungi di ruang kerjanya Rabu, (22/11/2017) kemarin, seolah membela koleganya Edy Zalman. “Kalau proses pengangkatan Edy Zalman sesuai dengan prosedur, kan ngak apa-apa,” ungkap Ridho.

Ketika ditanya mengenai status Edy Zalman yang pernah menyandang status napi, apa tidak mempengaruhi sistem kinerja dan hal lainnya di Kantor Dinas PU Kota Medan. Ridho tak dapat memberi jawaban yang profesional, namun jawaban bahasa pasaran. Malah ia akan menanyakan hal itu pula kepada Kadis PU Kota Medan, Khairul Syahnan. “Nanti coba saya sampaikan kepada kadisnya, bagaimana cerita benarnya,” jawab Ridho lagi.

Edy Zalman Syahputra, ketika kasus dugaan korupsi itu mencuat, ia masih menjabat Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Medan, bersama 2 orang rekannya, Sudirman, saat itu PNS dinas Bina Marga Kota Medan, dan Sangkot Siregar, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) ditetapkan menjadi tersangka oleh Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut pada Selasa, 12 Juli 2011 silam.

Selasa, 19 Juli 2011, ketiga tersangka dipanggil Tipikor Polda Sumut, untuk diminta keterangan, selanjutnya Kamis, 21 Juli 2011 silam, dari pagi hingga malam mereka juga dipanggil Tipikor Polda Sumut. Akhirnya mereka resmi ditetapkan sebagai tahanan malam itu juga. Setelah dilimpahkan kasus dugaan korupsinya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Pengadilan Negeri, akhirnya Edy Zalman divonis kurungan penjara selama 11 bulan. (DS/red)

Loading...