Elemen Masyatakat Asahan Minta Pemkab Tutup Warung Tuak Di Sekitar Lokasi SMP Negeri 1 Gedangan

0
121
IMG_20180206_100238
Loading...

Buktipers.com – Asahan (Sumut)

Terkait adanya warung tuak yang berada disamping SMP Negeri 1 Gedangan, menbuat Da’i Muda Asahan Ustadz Raja Dedi Hermansyah angkat bicara. Menurut Dedi tidak layak disekitar dunia pendidikan terdapat warung tuak yang notabene dapat merusak generasi bangsa.

“Yang jelas kami mendesak pemkab Asahan untuk menutup warung tuak tersebut. Karena selain tidak etis juga dapat berdampak kepada para pelajar di SMP yang masih pancaroba. Karena dalam agama jelas khamar, tuak merupakan minunan keras yang memabukkan dan jelas di haramkan agama.” ujarnya.

Terkait adanya pernyataan warung tuak tersebut buka sore hari saat kegiatan belajar mengajar selesai, Dedi menyatakan tidak ada alasan. Sebab disore hari sekolah tersebut ada ekstrakurikuler dan kegiatan sekolah lainnya.

“Apalagi di warung tersebut ada wanita pramusaji kan jelas bertentangan dengan visi dan misi Pemkab Asahan yang religiis, sehat cerdas dan mandiri. Jadi bagaimana siswa mau religius, sehat dan mandiri jika diracuni dengan pemandangan warung tuak yang tidak sedap dipandang mata, yang jelas warung tersebut harus di tutup” jelas Dedi.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD Pekat-IB Asahan Syaid Muhsyi yang meminta Kepala Desa Gedangan dan Camat Pulau Bandring serta Dinas Pendidikan bersikap tegas dengan melayangkan surat kepada Bupati Asahan agar menutup warung tuak milik salah seorang PNS di Dinas Perhubungan Asahan.

“Kita minta pengusaha warung tuak menutup usahanya di sekitar lokasi sekolah. Kita tidak melarang orang berusaha namun lokasinya harus jauh dari lokasi pendidikan” ujarnya.

Sementara itu Ketua PGRI Asahan Malanton Lahadhe Hasibuan ketika ditemui diruangannya, Kamis (8/2/2018) menyebutkan PGRI akan menyurati Camat Pulau Bandring agar menutup warung tuak ini.

“Kita akan melayangkan surat kepada Camat Pulau Bandring dan Kades Gedangan dan akan di tebuskan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Satpol PP, Bupati Asahan dan Kapolres Asahan untuk melakukan penutupan warung tuak ini” jelasnya. (Rahmat Darmaji/Adi P Sinaga)

Loading...