Gara Gara Armada Pengangkutan Rusak, Pengusaha Siksa Supir Sampai Opname

0
297
IMG-20171129-WA0032
Loading...

BuktiPers.Com – Tebing Tinggi (Sumut)

Karena mobil Dum Truck yang dikendarainya membawa Tandan Sawit terbalik dan mengalami kerusakan, Agus Sutarman (42), warga dusun I desa Tanjung Garbus, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, diduga dipukuli oleh Tokenya, Senin (27/11) lalu sekira pukul 17.00 WIB di gudang milik Ayen di Desa Paya Pasir, dusun V, Kecamatan Tebing Syahbandar, Sergai.

Kasubag Humas Polres Tebing Tinggi AKP MT. Sagala membenarkan tentang adanya Laporan Pengaduan PENGANIAYAAN sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP / 102 / XI / 2017 / TT. TEBING, Tgl 28 Nopember 2017 sekira pukul 17.00 WIB dari isteri korban Hatifah (38), pada Polsek Tebing Tinggi terkait suaminya Agus Sutarman yang dianiayai oleh tokenya.

Dan ditambah keterangan dari beberapa saksi yang menyaksikan Norman (50), Karyawan PTPN IV Pabatu, Buyung, Supir, dan Priyanto (50), Karyawan PTPN IV Pabatu, yang ketiganya merupakan warga Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebing Tinggi, Sergai.

Kejadiannya berawal, Senin (27/11) sekira pukul 19.00 WIB, ia mendapat kabar mobil truk yang dibawa suaminya terbalik. Setelah dapat dikembalikan keposisi normal suaminya kemudian membawa mobil truk tersebut ke gudang di Desa Paya Pasir.

Sesampainya di gudang, korban Agus Sutarman dipanggil pemilik truk yang identitasnya tidak diketahui pelapor dan berkata. “Kemari kau anjing” dan langsung memukul wajah korban dengan tangannya sehinga korban langsung terjatuh. Kemudian tokenya juga menendang pinggang bagian kiri dan kanan serta memijak jempol kaki kiri korban. Lalu pelaku mengambil SIM korban dan menyuruh mencuci mobil truknya. Setelah selesai, korban dibawa saksi Priyanto (50) ke rumah kepala bagian pabrik yang bernama Dapot Siregar dan diarahkan dibawa ke rumah ipar korban yang bernama Abdul Kadir Saragih.

Akibat penganiayaan ini, Agus kemudian dibawa Abdul Kadir ke RSU Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi untuk dirawat secara intensif di RSU Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, terang Sagala.

Sementara Agus kepada wartawan mengatakan bahwa ia baru mulai bekerja di perusahaan CV Karya Mandiri, Selasa (28/11/2017) untuk mengangkut Tankos dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN IV Pabatu. “Karena mobil rusak, aku pun langsung mengantar ke gudang. Sampai di gudang, aku menceriterakan kejadian yang sebenarnya pada bos, namun bos menyuruh aku jongkok dibawah dan berkata “Kamu kalau tidak bisa bawa kenderaan jangan dibawa”, dan berlanjut dengan mengeluarkan kata kata tak senonoh dengan menunjuk muka ku. Namun tidak sampai disitu saja, bos lalu memukul kepala ku di bagian kiri dan kanan, menunjang bagian punggung dan kaki. Aku tidak melakukan perlawanan dan hanya memohon maaf atas keteledoran yang terjadi,” ujar Agus.

“Si bos langsung menanyakan Surat Ijin Mengemudi (SIM), lalu kujawab mohon ampun agar SIM milikku jangan diambil. Namun bos terus memaksa untuk melihat SIM ku, karena takut akan disiksa kembali dan melihat orang disekitar ku tidak ada yang melereai perbuatan bos, maka kuambil Sim dari saku celana dan kuperlihatkan. Tak ayal si bos langsung mengambil SIM dan kembali memukul kepala ku. Dan yang paling memilukan hati si bos kembali mengeluarkan kata kata “Kalau kau nggak senang, lapor saja kemana, aku nggak takut,” terang Agus. (Dav/Red)

Loading...