Gawat..!! Dana Desa Sudah Cair 20%, Pembangunan Belum Nampak

0
86
Loading...

Buktipers.com – Aceh Tamiang (Aceh)

Desa Tanjung Binjai Kecamatan Bendara, Kebupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada Juni lalu sudah terima 20% dari 100% Dana Desa (DDS) tahun 2018 tahap pertama kurang lebih sebanyak Rp 200.000.0000,- (dua ratus juta rupiah).

Pantuan Buktipers.com, dana Desa yang sudah diterima sebanyak 200.000.0000,- 71.000.0000,- (tujuh puluh satu juta rupiah) kurang lebih digunakan untuk pembayaran honor perangkat desa dan selebihnya untuk membangun pebangunan desa yang sudah di rencanakan sebelumnya.

ironisnya hingga kini belum ada terlihat bangunan apapun yang dibangun sehingga menimbulkan teka-teki dikalangan masyarakat Aceh Tamiang terutama warga Desa Tanjung binjai.

sementara itu Deni selaku Sekataris Desa (Sekdes) di desa tersebut menjelaskan, jumlah dana desa yang sudah diterima dirinya tidak di beritau oleh kepala desa walaupun sudah berapa kali dirinya menyakan namun kepala desa tetap tidak memberi tahu jumlah dana desa yang sudah di terima”,terang nya.

kepala desa akrab di panggil Agam ketika dikomfimasi oleh Buktipers.com, Minggu (15/7/2018), sekira Pukul 15.57.Wib melalui telpon seluler mengatakan, bahwa dana untuk pekerjaan pembangunan fisit sperti bangunan saluran beton atau rabat beton ada sebanyak Rp.129.000.0000,- (seratus dua puluh sebilan juta rupiah) berhubung Konsultannya sedang kewalahan menyelesaikan perencanaan nya pending dulu untuk sementara waktu kata dia.

setelah 1 jam kemudian kembali di hubungi melalui kominikasi yang sama Ia mengatakan, ada Konsultan yang baru jadi Konsultan yang kewalahan tersebut,kemungkinan tidak dipakai lagi karna lama menyelesaikan perencanaan mungkin dengan adanya Konsultan yang baru dalam waktu dekat ini akan dikerjakan”,jeles dia

pristiwa ini sungguh di luar dugaan pasal nya Dana desa 20% sudah diterima jadi gaimana mungkin perencanan nya belum selesai dan bisa masuk ke sistem SESKEDES.

hal ini telah menimbukan dugaan kuat dana desa untuk pembangunan desa Tanjung Binjai diduga sengaja di simpan atau (dipakai) dulu agar bisa di pinjam sementara untuk kepentingan pribadi.

boleh jadi di pinjamkan kepada kontraktor untuk menanamkan modal setelah keluar proyek bisa kerja sama serta keperluan ewuh-prakewuh dan lain-lainnya.

Dalam prihal ini bila benar terjadi hal yang sperti itu maka yang paling utama dirugikan adalah masyarakat desa tersebut karna bila sipeminjam terlalu banyak meminjam tidak sanggub bayar sudah pasti dalam pembuatan pembangunan otomatis akan di lakukan pengiritan besar besaran agar pinjaman lunas bangunan terbangun.

Misal nya dalam pembuatan bangunan biasa membutuhkan semen 200 karung di sediakan hanya 100 karung saja sehingga 1 tahun bangun di pakai sudah rusak.

Tidah hanya itu biasa ongkos kepala pekerja/tukang dengan pembantu kepala tukang di bayar 350.000 namun cuma di bayar hanya 175000 rupiah perharinya.

jadi semua prilaku yang menguntungkan dilakukan oleh pejabat Desa yang paling sangat dirugikan adalah masyarakat terutama warga desa tersebut.[Afrizal]

Loading...