Harapan Dan Asa Guru dari Tapanuli Tengah di MTs Negeri I Pinangsori

0
299
IMG-20171125-WA0003
Loading...

BuktiPers.Com – Tapanuli Tengah (Sumut)

Disambangi Di Sekolahnya, para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini pada saat Hari Guru dan Ulang Tahun PGRI yang ke 72 pada Sabtu (25 /11/2017), mengeluhkan berbagai macam persoalan. Para Tenaga Pendidik ini merasa kalau mereka seperti di anak Tiri kan di Kabupaten ini oleh Pemerintah Daerah. Mereka menggantungkan harapan pada Pemerintah Pusat terkait kesejahteraan mereka saat ini sebagai tenaga pengajar di daerah ini.

Kepala Sekolah MTs Negeri 1 Pinangsori, Depan, SPd.I mengatakan pada awak media kalau Dia merasa kasihan dan tidak bisa berbuat banyak pada guru-gurunya, terutama yang tenaga honor.
Dari 40 orang tenaga pengajar di sekolah ini, sebanyak 21 orang adalah tenaga honorer, Dia hanya mampu memberikan Honor bagi para gurunya sebesar Rp 23.000/jam nya.

“Di sini Pak, ada 21 Tenaga Honor. Dan hanya bisa kami gaji dengan Rp 23.000/jamnya. Makanya kita merasa bahwa tingkat kesejahteraan mereka masih di bilang jauh. Padahal itu lah Honor mereka terima untuk kebutuhan hidupnya sehari hari. Padahal untuk transport saja menuju sekolah ini sudah lumayan ,ditambah lagi keperluan lainnya. Ongkos dan kebutuhan sehari hari pastilah kurang bagi mereka. Harapan saya Pada Pemerintah adalah agar diperhatikanlah Guru Guru Honor ini, dan kalau bisa dibantu dari segi pendanaan untuk kesejatraan mereka. Dan bagi Honor honor yang telah mengabdi selama bertahun tahun agar bisalah diangkat sebagai PNS,” ungkapnya pada awak media ini sambil tersenyum.

Dia juga mengeluhkan perhatian pemerintah Daerah terkait keberadaan sekolah mereka yang dinaungi oleh Departemen Agama seolah olah di kesampingkan. Jadi jarang Pemerintah Daerah memperhatikan Sekolah ini, padahal mereka juga bagian dari warga Tapanuli Tengah.

Ada keinginan yang mereka buat terhadap pemerintah Daerah, agar dibuatkan pagar keliling di sekolah tersebut sepanjang kurang lebih 400 meter. Mengingat sekolah mereka termasuk di sudut Pinangsori dan rawan terhadap pencurian dan anak anak yang keluar pada jam belajar tidak terkontrol dan kurang terawasi, ini diakibat sekolah yang tidak memiliki pagar keliling.

“Kan, sekolah kita ini di sudut Pinangsori ini, jadi kami rindu agar Pemkab Tapteng bisa membantu kita di Sekolah ini untuk pembuatan Pagar Keliling,” ungkapnya lagi.

Hal senada disampaikan oleh salah satu perwakilan tenaga honor di sekolah ini pada awak media, agar nasip mereka di Tapteng ini, sebagai tenaga Honor bisa diperhatikan oleh Pemerintah Pusat lewat Departemen Agama.

“Kalau bisa kami meminta Pak, pada Pemerintah Pusat, lewat Departemen Agama yang membawahi kita, agar kami diperhatikan juga lah di Tapteng ini,” ungkap T. Sihombing, SPd, salah satu guru bantu. Ungkapan bahagia juga datang dari para murid di sekolah ini.
Mereka memberikan sebagai ungkapan terima kasihnya pada Guru disini berupa kado ulang tahun atau sebagai Cendramata.

Dengan harapan agar guru guru mereka tetap sehat dan bersedia dengan sabar mengajar dan membimbing mereka sepenuh hati.

“Kami dari siswa siswi kelas IX dan kelas lainnya mengucapkan Selamat Hari Guru buat Bapak Ibu guru di sini, tetap sehat dan sabar serta tabah dalam mendidik dan membimbing kami di sekolah yang kita cintai ini,” ungkap Serly Siregar (14) mewakili kawan kawan siswanya.

Amatan di lokasi ada sekitar 510 siswa siswi dididik di sekolah ini, dengan 16 ruangan kelas di bawah Kepemimpinan Kepala Sekolah Bapak Depan, SPd.I mampu menyatukan para guru dan murid bersinergi satu dengan yang lain. (JP/Red)

Loading...