IRT Menjerit, Harga Beras Di Pringsewu Meroket

0
496
images
Loading...

Buktipers.com – Pringsewu (Lampung)

Tingginya harga bahan kebutuhan pokok rumah tangga seperti beras di Sukoharjo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu membuat rakyat kian menjerit atas kenaikan harga beras yang begitu drastis.

Dalam hal kelangkaan beras atau petani baru masa tanam membuat melambungnya harga beras dipasaran, seharusnya bagi pemerintah daerah Pringsewu kususnya dinas terkait tidak tutup mata dalam menyikapi melambungnya harga kebutuhan pokok tersebut. Padahal di Kabupaten Pringsewu sendiri adalah lumbungnya tani tapi kenapa harga beras bisa meroket.

Penelusuran jurnalist buktipers.com dikalangan warga masyarakat mulai dari ekonomi bawah sampai keatas, pedagang kaki lima sampai restoran mengeluhkan kenaikan harga beras yang fantastis.

Aprianai (35) warga Sukoharjo 3 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. ibu rumah tangga dengan 3 orang anak yang bekerja sebagai ibu rumah tangga yang menggantungkan hidupnya pada suaminya yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang pas pasan buat mencukupi kebutuhan makan ketiga anaknya, mahalnya harga beras berdampak pada dikuranginya kebutuhan yang lain, Minggu (14/01/2018)

“Beras Mahal sekarang mas kalau kita beli di pedagang beras 1 kg seharga Rp.12.000.000 sedangkan kalau kita beli diwarung atau toko itu 1 kg seharga 12.500,00, kalau masak 1 kg Itu buat sehari belum lagi buat beli sayur dan lauknya sedangkan suami saya hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Kalau harga beras seperti ini terus ya sangat berpengaruh dimana kebutuhan yang lain akhirnya dikurangi seperti tadinya bisa beli lauk pauk sekarang pakai tempe,” keluhnya

“Harapan saya sebagai warga masyarakat tolonglah buat pemerintah daerah agar secepatnya tanggap atas kenaikan harga beras agar warga tidak menjerit.” tutupnya (anang/agus/red)

Loading...