Jelang Tahun Baru Harga Buah Manggis Di Palas Melonjak

0
300
IMG-20171231-WA0075

Bukti Pers.com – Palas (Sumut)

Manggis termasuk buah buahan Comudity Expor dari Indonesia yang hingga saat ini belum di galakkan Pemerintah khususnya di Kabupaten Padang Lawas (Palas) Sumatera Utara, dimana dalam menyambut tahun baru 2018 ini harganya melonjak cukup drastis , demikian di jelaskan Ahmad Daulay Saudagar buah manggis di Desa Matondang Kecamatan Ulu Barumun kepada Bukti Pers Minggu (31/12/2017),

Di katakannya, dua minggu lalu harga manggis Buah Super kwalitet Expor masih kisaran Rp, 15.000,- per kilo gram, untuk buah sedang /lokal Rp. 5.000,- Perkilogram, sementara pasca tahun baru mulai hari Natal harga nya drastis melonjak menjadi Rp. 25.000,- perkilogram untuk buah Super kwalitet expor dan buah sedang/lokal harganya nai sedikit menjadi Rp. 6.000,- Perkilogram.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, sesuai pengalaman tahun tahun lalu harga tersebut biasanya stabil hingga awal Januari, sekalipun harganya turun sedikit itu tidak terlalu mempengaruhi terhadap masyarakat yang mempunyai pohon manggis, karena sesuai kebiasaannya harga tersebut akan semakin melonjak hingga Hari Raya Imlek nantinya sekitar bulan Pebruari, jelasnya.

Pantauan Bukti Pers Untuk Kabupaten Padang Lawas, Masyarakat yang lebih banyak mempunyai pohon manggis hanya terdapat di Kecamatan Ulu Barumun. Sosopan, Barumun, Sosa dan Kecamatan Lubuk Sutam, sementara masyarakat yang secara khusus membuat Perkebunan pohon manggis ini belum berapa orang. dimana selama ini masyarakat memiliki ataupun menanam pohon manggis paling banyak 5 batang yang ditanam secara iseng di pekarangan rumah nya, dimana untuk khusus skala perkebunan masyarakat belum ada yang melaksanakan, sehingga dalam hal ini Pemerintah Dinas Perkebunan seyogyanya harus memberikan penyuluhan terhadap masyarakat terkait potensi alam wilayah Palas yang sangat cocok untuk tanaman Manggis, disamping harganya setiap tahun cukup menjanjikan untuk biaya pengolahan juga harga bibitnya pun sangat terjangkau masyarakat. (Bonardon/Red).