Kajari Samosir Akui Kekurangan Personil Penanganan Pidana Khusus

0
20

Buktipers.com – Samosir (Sumut)

Kajaksaan Negeri Samosir mengakui lambannya penanganan kasus dugaan korupsi Panwas Kabupaten Samosir akibat kurangnya personil yang menangani Pidana Khusus di Kantor Kajari Samosir.

Hal ini diungkapkan Kajari, Eduard Malau pada saat acara Jaksa Menyapa yang digelar Radio Samosir Green pukul 20.00 Senin 13/2/2018.

Salah seorang pendengar , Abidan Simbolon yang menggunakan layanan interaktif di acara Jaksa Menyapa itu menyinggung terkait kasus dugaan korupsi Panwas Kabupaten Samosir 2014.

Untuk diketahui, Polres Samosir telah melimpahkan berkas dugaan tersebut dengan 2 tahap ke Kajari Samosir. Yang pertama pada 18 Agustus  2017, dan kedua pada 12 Desember 2017.

Dalam jawaban Kejari Samosir, Eduard Malau mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi oleh Panwas Kabupaten Samosir masih tetap berjalan. Namun lambannya penanganan diakibatkan kurangnya personil yang bertugas di Pidana Khusus.

“Kejari Samosir hanya mampu menugaskan 2 orang dari 10 orang jaksa yang ada di Samosir. Sementara saat ini sering berada di Medan mengikuti sidang kasus dugaan korupsi Kepala Desa Hutaginjang, Kecamatan Simanindo.” ujar Kajari.

Ketua LSM LP Tipikor Kabupaten Samosir, Tumbur Habeahan menilai kurangnya personil di Kejaksaan Negeri Samosir bukan menjadi alasan dalam hal lambannya penanganan kasus.(Nanang S)