Kantor GUBSU Didatangi Ratusan Pengemudi Betor

0
177
IMG-20171025-WA0002

BuktiPers.Com – Medan (Sumut)

Angkutan kenderaan umum berbasis online semakin pesat pertumbuhannya di Kota Medan khususnya dan Sumatera Utara umumnya. Semakin maraknya beroperasi angkutan tersebut sangat berdampak buruk dengan angkutan umum berijin trayek dan juga becak bermotor (betor).

Dengan kejadian ini ratusan pengemudi becak bermotor (betor) yang tergabung Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Jalan Diponegoro Medan, Selasa (24/102017) kemarin.

Para pengunjuk rasa menyatakan untuk menghentikan angkutan umum berbasis online serta melaksanakan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009.

“Jangan pilih kasih maupun suka tebang pilih. Berikan perlindungan kepada angkutan konvensional seperti betor, angkot dan aksi,” ungkap Koordinator Aksi, Sulaiman Nur.

Pengunjuk rasa juga meminta agar Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara agar diberhentikan dari jabatannya, atas ketidakmampuannya dengan kinerja yang dilakukannya sebab hanya mengutamakan kepentingan sepihak.

“Kami sangat menyayangkan sikap Dinas Perhubungan, Kepolisian, Organda yang tidak mengikursertakan dalam sosialisasi revisi Peraturan Mentari Perhubungan,” kata Muhammad Nur.

Aksi unjuk rasa berjalan aman dan kondusif serta dipantau dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.

Saat ditemui BuktiPers.Com Biro Medan, Rabu (25/10/2017) di Kantor Gubsu Medan, Kepada Dinas Perhubungan Sumut, Antony Siahaan menegaskan, bahwa hingga saat ini pihaknya Belum ada mengeluarkan Iain untuk moda transportasi online tersebut.

“Hingga saat ini, Dinas Perhubungan Sumut belum ada mengeluarkan izin beroperasinya untuk transportasi online,” tegas Antony.

Lebih lanjut ia menghimbau agar setiap Warga Medan khususnya dan seluruh masyarakat Sumatera Utara agar tidak menggunakan transportasi online, tapi lebih memilih transportasi resmi dari pemerintah. (DS/Red)