Kapolres Simalungun Ungkap Pengembangan Kasus Narkoba

0
65

Buktipers.com, SIANTAR – Polres Simalungun dan jajarannya dibawah kendali Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan terus memburu para pelaku penyalah gunaan Narkoba dan obat terlarang.

Pihak Kapolres akan selalu berburu untuk menumpas peredaran narkoba khususnya di wilayah hukum Polres Simalungun.

Kapolres Simalungun saat memaparkan informasi dihadapan insan pers, Selasa (13/6)

“Bukan hanya menangkap pemakai (pengguna) dan penjual saja, kita juga mengungkap perendaran hingga para bandarnya tertangkap. Tidak ada yang bisa sembunyi dari aksi yang dilakukan mereka, kita tetap pelajari dan kembangkan untuk berantas Narkoba (DPO),” kata Kapolres saat gelar Presa Realess di Kantor Sat Lantas Jalan Asahan Kota Pematangsiantar, Selasa (13/6).

Kapolres saat memimpin Press Release, mengungkapkan, Kali ini ada 3 (tiga) kelompok jaringan Narkotika di Simalungun berhasil ditangkap jajarannya.

Dikatakan, pertama, Jaringan Narkoba pertama yang berhasil diungkap sampai ke Bandarnya yakni GD dan MP alias Gondrong.

“Gondrong ini berprofesi sebagai pengurus salah satu LSM yang aktif di wilayah Siantar-Simalungun. Kedua pelaku ditangkap dari rumah GD di Jalan Mual Nauli Ujung Kota Pematangsiantar. Kedua pelaku ditangkap saat sedang menggunakan Narkotika jenis Sabu,” ujar Kapolres.

Dari kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa Narkotika jenis Sabu seberat ± 1 gr, Narkotika jenis Ganja sebanyak 1 paket, 1 buah bong (alat hisap) dan 1 unit Handphone merk Nokia.

Kedua pelaku diringkus dari hasil pengembangan pelaku Rijal di Jalan Rajamin Purba Kota Pematangsiantar yang ditangkap sebelumnya. Berikut barang bukti berupa 1 paket diduga Narkotika jenis Sabu dan 2 bungkus Narkotika jenis Ganja.

Lebih lanjut, Kapolres menambahkan, sesuai dengan Laporan Polisi No. Pol. : LP/115/VI/2017, tanggal 7 Juni 2017 dan terhadap ketiga pelaku diancam dengan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 111 ayat (1) Subs 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2019 dengan ancaman Hukuman 20 tahun.

Kemudian jaringan Narkotika lain yang berhasil diungkap, yaitu jaringan AS, pelaku yang sampai saat ini merupakan buruan Polisi (DPO). Dari jaringan berhasil diungkap pelaku sebanyak 3 orang, yakni MS, NS dan Putra.

Penangkapan ketiga pelaku diungkap secara berjenjang.

“MS merupakan pelaku yang pertama kali diamankan dari Bah Jambi, bersama barang buktinya berupa 1 bungkus diduga Narkotika jenis Sabu dalam plastik klip, Uang penjualan Narkotika jenis Sabu sebanyak Rp. 700.000.-, 1 unit Handphone merk Samsung lipat. Dilakukan pengembangan ke NS dan ditangkap di Jalan Gereja Kota Pematangsiantar.

Darinya ditemukan barang bukti berupa Uang penjualan Sabu sebanyak Rp. 5.800.000.-, 1 unit Handphone merk Nokia, 1 unit Handphone merk Samsung dan 1 unit Handphone merk Oppo,” kata AKBP Marudut Liberty.

Tak berhenti sampai di situ, polisi tetap melakukan pengembangan terhadap Putra yang ditangkap di Jalan Kasat Kota Pematangsiantar. Turut juga diamankan barang bukti, 8 bungkus Narkotika jenis Sabu dalam plastic, 2 bong alat hisap Sabu, 1 kaca pirex, 8 pipet, 1 unit Handphone merk Samsung, 1 buah tas sandang.

“Putra mengakui memiliki jaringan lain yakni Riki dan AS yang termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Simalungun. Terhadap pelaku MS, NS dan Putra diancam dengan Pasal 114 ayat (1) Subs 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009,” ungkap Kapolres.

Selain kedua jaringan itu, Polres Simalungun juga berhasil mengungkap jaringan peredaran Narkotika jenis Ganja dengan ditemukannya pokok tanaman Ganja sebanyak 9 batang. Berawal dari tertangkapnya 2 orang pelaku Narkoba Jenis Daun Ganja lebih kurang 1 Kg yakni AAR alias Budi dan HAS di rumah pak Nanda di Dusun Sirongit Nagori Marjandi Pisang Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun pada Minggu (11/6) sekira pukul 13.00 wib.

Setelah itu, dilakukan pengembangan ke Dusun Portibi Nagori Tongah Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun. Dari hasil pengembangan, Polisi menemukan 9 batang pokok ganja dengan perincian, 8 Pokok Ganja telah dipanen dan 1 pokok masih utuh.

Barang bukti yang diamankan dari para pelaku

Dari rangkaian kegiatan jaringan narkoba yang diungkap, Kapolres Simalungun mengatakan bahwa peredaran narkoba dilakukan para tersangka dengan sistem COD (Cash on delivery) atau pembayaran dilakukan setelah barang diantar dan diterima oleh pembeli. (JFH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here