Karyawan PT. CPM dan PT.STU Tuntut Pembayaran Sisa 50% Hutang  Pesangon Kerja.

0
121
IMG-20180131-WA0021

Buktipers.com – Lingga (Kepri)

Nasib pekerja PT CPM dan PT STU sampai saat ini belum ada kejelasan. pasca PHK massal yang dilakukan perusahaan itu sejak tahun 2017 lalu. pasalnya, sejak tahun 2017 sampai saat ini sebanyak 49 pekerja masih menunggu uang pesangon yang belum dibayar oleh salah satu pihak pemilik perusahaan.

Ironisnya meskipun salah satu pemilik perusahaan terus berkelit, nyatanya satu pemilik perusahaan ini lagi telah menyelesaikan kewajibannya kepada karyawan.

PT CPM/STU sendiri untuk diketahui dimiliki oleh dua orang yakni Alex leo Fansury dan Exsan Fansury. Dalam perkara PHK ini, salah satu pihak yakni Alex Leo Fansury sudah menyelesaikan kewajiban pesangon semenjak tanggal 31 Agustus 2017 lalu.

Mirisnya, satu perusahaan atas nama pemilik  Exsan Fansury dengan berbagai alasan seperti yang dikeluhkan oleh mantan karyawan yang sampai saat ini belum menyelesaikan kewajiban pesangon ke 49 karyawan yang di PHK. Hal inilah yang dituntut oleh seluruh karyawan sampai saat ini, ujarnya

Tentang kebenaran pembayaran pesangon oleh salah satu pihak perusahaan dibenarkan oleh karyawan dan juga oleh yang membayar, yakni Alex Leo Fansury. 

Kepada pewarta dijelaskan. kewajiban pembayaran pesangon kepada sejumlah karyawan melalui perusahaan yang ia pimpin  sudah diselesaikannya. “Kalau untuk pesangon dari pihak kami yang punya saham 50% di CPM dan STU, sudah kami bayarkan tahun kemarin. Jadi kalau kewajiban kami kepada karyawan sudah selesai,” kata Alex tegas.

Berlarut-larutnya permasalahan belum dikeluarkannya pesangon karyawan PT.CPM/STU ini dikarenakan belum adanya kejelasan pembayaran dari pemilik perusahaan yang dipimpin Exsan Fansury.  

Hal inilah yang sampai saat ini dituntut puluhan karyawan. Beberapa orang perwakilan karyawan mengharapkan agar pemilik perusahaan beritikad baik untuk menyelesaikan permasalah ini secepatnya.

“Kan yang punya perusahaan dua orang saja, pak Alex dan Pak Exsan, yang satu sudah bayar. Tinggal satu lagi yang belum. Ini saja yang kita tuntut,” ungkap beberapa perwakilan perusahaan kepada pewarta one-line , Rabu (31/01).

PT CPM dan PT STU adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan timah darat dan laut di kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Saat ini kedua perusahaan ini sudah menghentikan seluruh kegiatan perusahaan di wilayah Kabupaten Lingga pungkasnya.(Zul)