Kwitansi Bodong PT Jasa Yasa Kabupaten Malang Dipersoalkan

0
690
IMG-20180108-WA0097

Buktipers.com – Malang (Jatim)

Munculnya kwitansi atas nama PD Jasa Yasa kabupaten Malang tertanggal 30/12/ 2017 di salah satu media sosial, WhatsApp terkait ganti rugi mobil yang tertimpa pohon pada Minggu (30/4/2017 ) di pantai Balekambang kabupaten Malang.
menimbulkan polemik dan keresahan tentang legalitas munculnya Kwitansi tersebut. Karena tidak tertera dengan jelas nama pihak-pihak yang menerima ganti rugi tersebut.

Melihat kembali ke belakang kasus ini berawal dari dua mobil pengunjung pantai Balekambang kabupaten Malang, yang berjenis Toyota Avanza bernopol W 1059 SJ, milik PT Ini Prima Nusantara yang di kemudikan Bayu Eka Wiyanda 29 tahun, warga Dusun Beciro,Desa Jumputrejo Sukodono, Sidoarjo dan mobil Suzuki APV bernopol N 1344 JX milik Lasmiyono, 36 tahun, warga Perum Graha Permata Residen kota Malang tertimpa sebuah pohon yang berdiameter 30 cm karena tidak mampu terkena hempasan angin, dari peristiwa ini tidak ada korban jiwa hanya kerugian material korban di duga mencapai sekitar 30 juta rupiah keterangan Kanitreskrim Polsek Bantur Ipda Sigit (1/5/2017).

Yang menjadi perhatian masyarakat adalah ketika dari pihak PT Jasa Yasa kabupaten Malang mengeluarkan Kwitansi bernilai 5 juta rupiah sebagai klarifikasi pertanggung jawaban mereka pada kasus itu, sementara menurut laporan kerugian nominalnya mencapai 30 juta rupiah.

Ketika team buktipres mengkonfirmasi hal ini kepada pihak PD Jasa Yasa kabupaten Malang, Senin (8/1/2018) pria yang mengaku bernama Wildan itu mengatakan” kwitansi ini kami unggah sebagai bentuk nyata bahwa kami ikut bertanggung jawab pada kecelakaan itu”.

Lanjutnya saat team menanyakan kenapa tidak tertera nama pihak-pihak terkait seperti nama bendahara, nama bagian keuangan, juga nama pihak yang menerima uang tersebut dan hanya ada satu nama saja yang dengan jelas terlihat yaitu Direksi PD Jasa Yasa Plt Direktur Utama Dwi Hari Cahyono S.hut beliau memberikan keterangan” kami tidak tau karena bukan kami yang langsung membuat kwitansi itu tapi dari pihak staf”tandasnya.

Munculnya kwitansi ini membuat keresahan, karena legalitas kemunculannya di pertanyakan dan apabila kasus ini tidak mampu di jelaskan dengan benar oleh pihak PD Jasa Yasa Kabupaten Malang maka PD Jasa Yasa di duga melakukan pelanggaran pidana pasal 263 ayat (1) KUHP, dan bisa di ancam dengan hukuman paling lama enam tahun penjara bagi pembuat tanda tangan palsu. (hermin/red)