LBH CNI Sebut Kejaksaan Negeri Asahan Kangkangi Putusan Pengadilan

0
169

BuktiPers.com – Asahan (Sumut)

Oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kisaran Sabri Febriansyah Marbun diduga telah mengangkangi putusan pengadilan yang meminta agar Jaksa Penuntut Umum membebaskan terdakwa Fahmi Rezky Buana alias Dedek dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Kisaran pada Kamis (26/4/2018) yang lalu.

Dimana dalam petikan putusan pengadilan yang diketuai majelis Hakim Nelly Andriani, SH, MH dengan Hakim Anggota Rahmat H.A Hasibuan, SH dan Miduk Sinaga, SH serta Panitera Azhar, SH dengan nomor 118/Pid.B/2018 PN Kis pada point 4 memerintahkan JPU untuk membebaskan terdakwa dari tahanan setelah putusan dibacakan.

Namun setalah Putusan Pengadilan tersebut JPU Kejaksaan Negeri Kisaran tidak mau membebaskan terdakwa dari tahanan sampai saat ini dengan dalih pihak JPU mengajukan banding terhadap putusan hakim.

Menurut Kuasa Hukum Terdakwa dari LBH Cakrawala Nusantara Indonesia diwakili Riko Basri Koto, SH sangat menyayangkan tindakan JPU dan Kejaksaan Negeri Kisaran yang di nilai telah merampas hak kebebasan seseorang.

“Apa yang dilakukan oleh pihak kejaksaan negeri Kisaran sudah jelas tidak menghormati putusan pengadilan dan telah merampas hak kebebasan seseorang. Sebab tidak ada alasan banding lantas terdakwa bisa ditahan terus. Seharusnya Jaksa dalam hal ini menjalankan perintah Majelis Hakim membebaskan terdakwa. Permasalahan jaksa banding nanti terdakwa bisa dihadirkan dalam sidang banding. Jadi janganlah menahan orang yang telah di vonis bebas kan artinya JPU dan Kejaksaan Negeri Kisaran dalam hal ini sama saja tidak mengindahkan putusan pengadilan dan ini sungguh ironis” ujar Riko sembari meminta pihak Jamwas Kejatisu untuk memeriksa JPU Sabri Febriansyah Marbun dan pihak Kejaksaan Negeri Asahan” ujarnya.

Sementara hingga berita ini diturunkan, Sabtu (5/5/2018) tidak ada satu pun pihak kejaksaan negeri Asahan yang mau berkomentar (Ibnu)