Lengkapi Penyidikan, Tim Forensik RS Bhayangkara, Bongkar Makam Balita Yang Tewas Tertembak

0
260
IMG-20180125-WA0090
Loading...

Buktipers.com – Dharmasraya (Sumbar)

Demi melengkapi berkas penyidik, terhadap kasus penembakan Rahmat, (2), balita yang tewas ditembak Kauco alias Ucok sebulan silam, Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Padang harus melakukan otopsi terhadap jenazah anak Sadirman Zai itu.

Kegiatan pelaksanaan otopsi dilakukan oleh Tim Forensik RS Bhayangkara Padang dibawah pimpinan Dr R Susanti terhadap jenazah balita tersebut di lokasi pandam pakuburan, Jorong Bukit Makmur, Nagari Koto Laweh, Kabupaten Dharmasraya, berlangsung aman dan tertib Kamis (25/1/2018).

Tidak berselang begitu lama, setelah melakukan pemeriksaan dan mendapatkan hasil otopsi terhadap balita ditembak teman ayahnya saat berada di pangkuan ibunya itu, Tim Medis dari RS Bhayangkara kembali memberitahukan kepada warga serta petugas untuk menguburkan kembali jenazah korban.

Kapolres Dharmasraya AKBP Roedy Yoelianto, didampingi Kasat Reskrim AKP Ardhy Zulhasbih Nasution, menyebutkan bahwa penggalian kembali kuburan, serta dilakukannya pemeriksaan terhadap jenazah balita Rahmat yang diduga tewas ditembak oleh Kauco alias Ucok sebulan silam, merupakan kebutuhan penyidikan dalam melengkapi berkas perkara disangkakan kepada Kauco alias Ucok.

“Kauco alias Ucok tersangka penembakan terhadap balita dipangkuan ibunya itu telah di amankan dibalik jeruji besi rumah tahanan Mapolres Dharmasraya. Demi kelengkapan data, maka perlu dilakukan otopsi terhadap jenazah anak tersebut” pungkasnya.

Sementara itu, air mata orang tua korban Sadirman Zai, tidak hentinya mengalir di pipi ketika jenazah anaknya diangkat dari tempat peristirahatan terakhirnya. Walaupun sempat shook menyaksikan proses autopsi jenazah anaknya. Namun akhirnya Ia tetap tabah, dan berusaha menepis kesedihan bergelantung dihatinya.

Dirinya tetap berusaha untuk menahan kemarahan, namun terlontar juga dari mulut seorang bapak itu, agar pihak berwajib menghukum pelaku penembak anak semata wayangnya itu, untuk di hukum seberat-beratnya. Karena pelaku tega membunuh anaknya secara keji, tanpa ada kesalahan berarti.

“Padahal, selama tinggal dengan dirinya, semua keperluan pelaku bersama anak, istri, orang tua, dan adiknya telah dipenuhi. Mulai dari makan, tempat tidur, serta keperluan lain, tanpa dibebani hutang. Walaupun pekerjaan dirinya hanya sebagai Penderes kebun orang lain. Tetapi kebaikan diberikan kepada pelaku, dibalas dengan menyakitkan” sebut Sadirman Zai lirih.

Sesuai dengan pemberitaan diturunkan media ini sebelumnya, bahwasanya Rahmad, Balita 2 tahun anak dari Sadirman Zai, tewas di pangkuan ibunya setelah ditembak dengan senjata api balansa, alias Gobok, oleh Kauco alias Ucok, di pondok tempat tinggalnya, tepatnya di ladang karet tempat orang tuanya bekerja sekira pukul 11.30 Wib Sabtu (30/12) tahun silam.

Setelah menembak balita tidak berdosa itu, Ucok langsung kabur. Setelah beberapa hari menghilang, akhirnya tim Reskrim Polres Dharmasraya dapat menemukan persembunyian pelaku diperkampungan Nias, Jorong Aur Jaya, Kenagarian Kito Padang, Kecamatan Sitiung, pada hari Selasa (2/1) sekira pukul 06.30 WIB. Walaupun saat penangkapan pelaku sempat melawan petugas, namun atas kecekatan dan piawainya tim Reskrim Polres Dharmasraya dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim ketika itu, akhirnya Kauco dapat ditangkap, dan diamankan, setelah kakinya ditembus timah panas. (Syaiful Hanif/Efrizal/Hen)

Loading...