LPI-TIPIKOR Dan LAKI Kabupaten Lingga Akan Usut Proyek Kolam Renang Bernilai Miliyaran Rupiah.

0
107

BuktiPers.com – Lingga (Kepri)

Ketua Lembaga Pengawasan dan Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LPI-TIVIKOR) Kabupaten Lingga M. Syafi’i menilai, pekerjaan Proyek Kolam Renang Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Kepri yang dibangun di Kabupaten Lingga senilai Rp. 7.608.520.824 sampai saat ini belum rampung dikerjakan dan di duga terancam gagal total.

Disebutkan Dana miliyaran rupiah pembangunan kolam renang untuk kegiatan Pekan Olah Raga Daerah (POPDA) ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2017 yang dikerjakan PT. Tangga Baru Jaya Abadi (TBJA) beralamat Jl. Gunung Sahari Ancol Ampera V No.41 RT.007/RW.009 Kel. Pademanangan Barat Kecamatan Pademangan Jakarta Pusat.

Pasalnya, proyek kolam renang yang dibangun di are lahan kisaran satu Hekataran lebih, wilayah RT.004/RW.003 dusun II Kampung Kado Desa Mekar Daik kabupaten Lingga ini seharusnya sudah rampung dikerjakan, sesuai yang tertera dipapan plank informasi anggaran tahun 2017 dengan masa kerja 120 saja, namun faktanya sampai hari ini sudah memasuki minggu kedua bulan mei 2018 pekerjaannya masih berlangsung.

Mirisnya,  “selain waktu pekerjaannya molor. kolam renang yang belum digunakan serta diserah terimakan itu, dari hasil pantauan di lapangan  banyak ditemukan retak-retak dibagian lantai kolam yang menyebabkan bocor sehingga banyak ditemukan gundukan tampalan-tampalan semen, sehingga jika kita lihat dan menilai sekarang  pekerjaan Proyek ini seolah-olah merenovasi bukan pekerjaan membangun kolam baru, ini sangat tidak maksimal sebagai mana yang kita harapkan sebelumnya” ujar Syafi’i Jum’at 11/05.  

Masih kata Safi’i. “Ini sudah luar biasa tidak boleh dibiarkan lagi, karena hal buruk seperti ini terjadi kuat dugaan disebabkan kurangnya pengawasan langsung dilapangan dari pihak intansi terkait Pemkab Lingga dan juga Dinas Pekerjaan Umum (D-PU) Kabupaten Lingga sebagai perpanjangan tangan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (D-PKP) Provinsi Kepri Pihak  selaku Pengadaan Proyek.

Dan untuk permasalahan kecerobohan pekerjaan ini kita akan segera meminta pertanggung jawaban penuh dari pihak-pihak terkait yakni, pihak sebagai pengadaan proyek, kepada pihak sebagai perwakilan perpanjangan tangan di Daerah Kabupaten Lingga serta terkhusus kepada Perusahaan sebagai pemenang Proyek sekaligus pekerja pembangunan kolam renang ini, agar Dana yang dikucurkan miliyaran rupiah itu digunakan sebagai mana mestinya bukan malah sebaliknya sekedar kerja untuk mendapatkan keuntungan besar demi kekayaan, tegas M. Syafi’i.

Hal senada juga dikatakan Ketua Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Lingga Azrah, “kita dari laki juga tidak tinggal diam tentang proyek kolam renang yang dikerjakan lewat waktu masa kerja ini, apa lagi berdasarkan pantauan langsung kami beberapa waktu lalu, dugaan pekerjaan yang dipaparkan dipemberitaan ini benar adanya, kami sekarang lagi melengkapi berkas sebagai bukti kerja yang bisa dipertanggung jawabkan kedepan nanti, paparnya.

Sampai pemberitaan ini dimuat belum ada satupun pihak terkait pengadaan Proyek kolam renang  untuk dikonfirmasi pewarta hal kebenaran yang dipaparkan kedua narasumber, (BP/zul/Red).