LPK-RI Sulut, Kecam Aksi Debt Collector Di Bolmong

0
135
Loading...

BuktiPers.Com – Bolaang Mongondow (Sulut)

Aksi Penarikan paksa kendaraan oleh orang bergaya preman mengaku Debt Collector suruhan dari perusahan finance PT. Oto Multiartha dilaporkan ke Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK-RI) Sulut dan Polres Kotamobagu.

Pengambilan paksa mobil Suzuki Mega Carry Pick Up yang di kendarai Nuriyati Mamonto di Jln Trans Sulawesi tepatnya di Desa Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow oleh Debt Collector pada 8 Juni 2018 sekira pukul 16.00 WITA. TKP Daerah Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow seputaran Jalan Trans Sulawesi berbuntut panjang karena oleh korban selain keberatan cara Debt Collector yang dianggap semena mena, korban juga melaporkan pihak perusahan Finance yang dianggap tidak menghormati haknya sebagai konsumen kepada Polres Kotamobagu dan LPK-RI Sulut.

Kepada Media dalam Press Release pada Rabu (13/6/2018) Ketua LPK-RI Sulut Stevanus Sumampouw mengatakan bahwa benar pihaknya saat ini dalam upaya berkoordinasi dengan Pihak Kepolisian di Bolaang Mongondouw Khususnya Polres Kotamobagu dalam hal menindak lanjuti pengaduan Pak Sahidin dan ibu Nuvriyati Mamonto yang mendapat perlakuan semena mena dari Perusahan Finance PT. Oto Multiartha dengan menyuruh debt collector menarik paksa kendaraan mereka di jalan.

“Sebagai pelaku usaha PT. Oto Multiartha yang merupakan perusahan finance tidak boleh semena-mena terhadap konsumen, penarikan kendaraan secara paksa oleh Debt Collektor mereka adalah tindakan yang menyalahi aturan. Kami sudah mengkonfirmasi ternyata perusahan Finance ini tidak bisa menunjukan sertifikat Fidusia atau keterangan lain maupun surat bahwa mereka bisa menarik kendaraan dari konsumen dengan peraturan mereka sendiri, ini perbuatan melawan Hukum dan sangat meresahkan,” ujar Sumampouw.

Kasihan konsumen dalam hal ini sudah ribuan yang dirugikan, contohnya Kejadian ini konsumen telah 23 kali membayar angsuran belum lagi uang muka yang cukup tinggi. Perbuatan perusahan Finance ini sebagai pelaku usaha sudah sangat luar biasa karena sering melaksanakan penarikan dengan gaya premanisme kolektor. Kita ini negara hukum maka dimohon para pelaku usaha di Sulawesi Utara dalam hal ini Finance jangan bertindak semena-mena sudah banyak korban dari pihak konsumen dalam hal ini masyarakat sangat-sangat dirugikan.

“Kami sangat berharap semoga Bapak Kapolda Sulut, dan Kapolres Kapolres bisa menjadi atensi akan hal ini. Kami dari LPK RI Sulawesi Utara akan mengawal dan Menindaklanjuti masalah Finance PT oto multiartha sampai ke Ranah Pengadilan. Hak para kenyamanan konsumen harus kami Lindungi,” tutur Ketua LPK-RI Sulut, Stevanus Sumampouw. (ANDY/Red)

Loading...