Lulus Sekolah SOC, 3 Orangutan Dilepasliarkan Di TN Bentarum

0
67
Loading...

BuktiPers.Com – Kapuas Hulu (Kal-Bar)

Tana Bentarum Sub Das Mendalam kawasan TN Betung Kerihun kembali menerima 3 orangutan lulusan sekolah hutan Tembak Kabupaten Sintang binaan Sintang Orangutan Centre (SOC).

Berangkat dari Sintang pada selasa (17/4) lalu dan dilepas oleh Direktur Jenderal KSDAE, orangutan tersebut sampai di Putussibau Rabu (18/4). Selepas menjalani habituasi atau penyesuaian habitat ketiga orangutan tersebut yang dinamakan Bembi, Molly dan Joy kembali menghirup udara hutan pada Kamis (19/4/2018).

Menurut ketua Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) yang membawahi SOC, Willie Smits, nantinya masyarakat sekitar kawasan DAS mendalam akan dilibatkan sebagai petugas monitoring orangutan. “Kami merekrut masyarakat lokal di Sub-DAS Mendalam menjadi petugas monitoring orangutan yang telah dirilis,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PTN wilayah II Kedamin Fery AM Liuw mewakili Kepala Balai Besar saat pelepasliaran bersama SOC mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya pelepasliaran kembali Orangutan di wilayahnya.

Hal ini juga menjadi tonggak baru bagi TN Bentarum yang mendeklarasikan diri sebagai kawasan suaka/sanctuary orangutan. “Kami sangat mendukung pelepasliaran ini, hal ini juga sejalan dengan upaya kami menjadikan Sub-DAS Mendalam lokasi sanctuary orangutan,” jelasnya.

Lebih lanjut mantan Kepala Bidang Teknis Konservasi BKSDA Sulsel ini menyebutkan bahwa 3 orangutan yang baru ini akan melengkapi jumlah orangutan yang dilepas menjadi 6 individu.

Kawasan Sub-DAS Mendalam sendiri merupakan kawasan hutan yang didominasi jenis Dipterocarpa. Hasil kajian Forum Orangutan Indonesia (Forina) menyebutkan bahwa wilayah ini sesuai untuk habitat orangutan dengan melimpahnya pohon pakan orangutan serta terlindungi dari gangguan manusia.

“Forina mengkaji kesesuaian habitat orangutan dan Sub-DAS Mendalam ini salah satunya. Salah satunya adalah melimpahnya pohon sumber pakan orangutan,” jelas Fery.

Selama 3 bulan, Bembi, Molly dan Joy akan terus dipantau oleh tim SOC bekerjasama dengan pegawai BBTN Bentarum. Perilaku serta pergerakannya terus dipantau untuk mencari pola sebaran serta pola jelajahnya.

Para ahli biologi mengatakan bahwa orangutan merupakan spesies kunci dalam konservasi biologi. Hal ini karena daya jelajah yang luas serta kemampuannya menyebarkan biji. Perlindungan habitat orangutan memberikan juga perlindungan bagi tumbuhan dan satwa liar yang berada dalam wilayah jelajahnya. (Rls/Bayu/Red)

Loading...