Malingering’, Gelar Bagi Pejabat Yang Mangkir Dari Proses Hukum

0
233
IMG-20171123-WA0012
Loading...

BuktiPers -Medan (Sumut)

Defenisi Malingering ialah kesengajaan atau kepurapuraan dalam membuat gejala (disabilitas) pada fisik maupun psikologis. Demikian Dr dr Elmeida Effendy MKed KJ SpkJ., Dokter Spesialis Kejiwaan mendefinisikan ‘Malingering’.

Malingering ini kerap kali dijadikan sebagai alasan, terutama oleh pejabat untuk mangkir dari proses hukum tengah menjeratnya.

“Malingering ini sering dijadikan alasan untuk mangkir dari hukum. Biasanya dengan berpura pura sakit, sehingga malingering lazim dijumpai dengan lingkungan hukum,” ungkap Elmeida, Rabu (22/11/2017).

Dijelaskan Elmeida, motivasi ini ditujukan untuk perilaku dan dianggap internal sebagai interpretasi dari suatu gangguan perilaku sakit dan peran sakit. Sedangkan motif eksternal yang paling lazim untuk malingering meliputi penghindaran diri dari tuntutan hukum kriminal.

“Malingering juga sering dijadikan alasan untuk memperoleh obat terlarang, menghindari wajib militer atau tugas militer yang berbahaya, sehingga memperoleh keuntungan karena sakit, seperti dapat biaya asuransi untuk perbaikan taraf hidup,” jelas Elmeida.

Malingering itu bukan merupakan gangguan fisik maupun jiwa, penyakit atau cacat yang pasti. Individu berpura pura mempunyai gejala sakit secara konsisten dan berulang-ulang.

Elmeida menyarankan, agar pasien malingering itu harus dievakuasi kembali secara seksama dan berhati-hati. Biasanya dilakukan pendekatan dengan pengobatan sebagai gejala itu memang nyata, supaya dapat membuat pasien menyerah dengan peran sakitnya dan mengatakan memang ada respon perbaikan dengan pengobatan, tanpa malu akibat kehilangan muka.

“Jangan marah kepada pelaku malingering, karena akan membuat hubungan dokter-pasien terganggu, sehingga tidak mungkin lagi nanti membuat intercessor yang positif dan patient akan semakin kuat membuktikan bahwa darinya benar sakit,” pungkasnya. (DS/Red)

Loading...