Masak Wajik 2018 Kancah Di Hut Dharmasraya Catat Rekor MURI

0
1094
IMG-20180107-WA0047

Buktipers.com – Dharmasraya (Sumbar)

Kegiatan ulang tahun (Ultah) Kabupaten Dharmasraya ke-14 tahun, kabupaten teranyar itu meraih penghargaan rekor Muri dalam rangka memasak wajik terbanyak.

Peringatan HUT ke-14 ini, daerah terujung Sumbar itu, memecahkan rekor dengan memasak 2018 Kancah (Kuali Besar) Wajik. Makanan khas orang Minangkabau memiliki bahan beras Ketan, dipadukan dengan gula aren (gula merah) dan kelapa itu sangat terasa nikmatnya di lidah bagi siapa saja yang mencicipinya.

Menarik lagi, pembuatan Wajik oleh kaum Bundo Kandung, digelar daerah hasil pemekaran Kabupaten Sawahlunto Sijunjung itu, dengan memakai baju kurung basibah, merupakan pakaian kebesaran kaum ibu Ranah Minang.

Memasak Ribuan Kancah Wajik itu, diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Kecamatan, Walinagari, Jorong, sekolah mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi berada di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Menurut salah satu kelompok peserta dari RSUD Sungai Dareh, mengatakan bahwa dalam kegiatan pembuatan Wajik ini, kelompok kaum ibu berada di RSUD telah mulai berbenah semenjak hari Sabtu, sehari sebelum hari puncak.

Secara terpisah kelompok SD Negeri No 20 Sitiung juga mengatakan hal yang sama. Dalam rangka memeriahkan, dan mensukseskan hari jadi kabupaten Dharmasraya ke-14 ini, SD rujukan itu membuat berbagai macam model Wajik. Mulai dari Wajik berbentuk kapal, mobil, rumah, gunung. Serta berbungkus Upiah (pelepah pinang) berbungkus daun, hingga berbungkus kulit jagung.

Keikutsertaan SD ternama di wilayah Dharmasraya itu, merupakan sebuah kebanggan tersendiri. Dari kegiatan itu pula ajang perkumpulan bersama, sehingga lebih mempererat hubungan silaturahmi dengan semua pihak.

Sementara itu, Gubernur Sumbar H Irwan Prayitno, juga hadir dalam rangka memeriahkan HUT Dharmasraya ke- 14 saat itu, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati dan wakil Bupati daerah berjuk “Cari Nan Tigo,” tersebut.

Pasalnya kegiatan membuat 2018 Kancah wajik, termasuk salah satu rekor muri dunia. Maka dari itu, perlu dipertahankan dan dikembangkan agar daerah menjadi tujuan wisata kuliner bagi wisatawan dunia.

Selain itu, juga perlu dikembangkan kuliner khas lainnya, supaya terangkat juga kepermukaan. Serta menjadi incaran pagi wisata, maupun pelancong untuk hadir di Dharmasraya, pungkasnya.
Sementara itu, puluhan ribu masyarakat penuhi Gelanggang Olahraga Sport Center dalam rangka menyaksikan pembuatan 2018 Kancah Wajik. Kegiatan dimotori oleh Plt Sekda Dharmasraya Leli Arni. S.Pd. MPd, itu mendapat dukungan penuh dari seluruh Element masyarakat. Bahkan antusias warga mengikuti kegiatan pembuatan Wajik tampak nyata, bahkan dengan kegiatan itu pula mereka merasa memiliki daerah. Apalagi kegiatan dilakukannya tercatat di Musium Rekor Indonesia (MURI) pimpinan Jaya Suprana. (Syaiful Anif/Efrizal/Hen.)