Mengaku Adik Mantan Kapolda Lampung, Suami Mantan Kepsek SMPN 1 KRUI Selatan Teror Wartawan

0
243
images (1)

BuktiPers.com – Pesisir Barat (Lampung)

Mengaku sebagai Rudi Pernong, adik dari mantan Kapolda Lampung Edwar Syah Pernong, EG Suami dari Mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Krui Selatan Ratna Ningsih SPd diduga sengaja meneror Wartawan BuktiPers.com Andi, lewat No telpon seluler 08137919xxxx untuk menakut nakuti wartawan BuktiPers.com

“Saya Rudi, Rudi Pernong, kamu sekarang dimana” ucapnya sambil menanyakan keberadaan Wartawan BuktiPers.com baru-baru ini

Kuat dugaan, hal tersebut berkaitan dengan pemberitaan BuktiPers.com yang menyebutkan adanya dugaan setoran proyek Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP Negeri 1 Krui Selatan tahun 2015, oleh Ketua Panitia pembangunan Ratna Ningsih kepada Arif Usman selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat ketika itu.

Diberitakan sebelumnya, Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Barat Lampung, yang saat ini statusnya telah di tetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Lampung Barat terkait kasus Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan pada tahun
2016, kembali diterpa isu yang tidak sedap.

Betapa tidak, menurut Edi Syamsuri Ketua LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (7/2/2018) menuturkan bahwa, Arif Usman yang saat itu menjabat sebagai Kepala Disdikbud Pesisir Barat, diduga kuat telah menerima setoran dana pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP Negeri 1 Krui Selatan tahun 2015, dari ibu Ratna Ningsih SPd selaku Ketua Panitia Pembangunan ketika itu.

“Ini kami ada beberapa dokumen bukti – bukti terkait dugaan penyimpangan dana pembangunan USB SMP Negeri 1 Krui Selatan oleh ibu Ratna dam mantan Kadisdik, Selain ada Surat Berita Acara rapat kecil dirumah ibu Ratna yang membahas mengenai setoran kepada pak Arif, ada juga Kwitansi penyerahan uangnya yang ditanda tangani oleh ibu Ratna dan Bedaharanya diatas materai” terangnya kepada BuktiPers.com

Masih menurut Edi, dalam kwitansi dan berita acara penyerahan uang setoran sebesar Rp50 juta yang diserahkan ibu Ratna pada tanggal 6 November 2015 tersebut, disebutkan bahwa setoran itu merupakan setoran pertama dari pihak Panitia kepada Arif Usman selaku Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat ketika itu.

“Dalam berita acaranya,disitu disebutkan bahwa itu setoran yang pertama. artinya,kuat dugaan masih ada setoran – setoran berikutnya yang jumlahnya kita tidak tahu, dalam hal ini Kami menduga Negara dirugikan ratusan juta rupiah” jelasnya, sambil menambahkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan segera melaporkan dugaan Penyimpangan dana pembangunan USB tersebut kekejaksaan Negeri Lampung Barat.

Terpisah, Ratna Ningsih SPd ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya membantah adanya setoran tersebut.
Menurutnya dana tersebut pada awalnya memang akan diserahkan pihaknya ke Kepala Disdikbud Pesisir Barat sebagai setoran, akan tetapi tidak jadi karna ditarik kembali.

“Iya,awalnya dana itu memang mau saya kasihkan sama pak Arif sebagai setoran, tapi enggak jadi karena saya tarik lagi, uangnya sudah saya gunakan untuk pembangunan lagi, dan kalu gak salah kwitansinya itu dulu sudah saya sobek – sobek tapi kenapa ada sama kamu orang ya” kelitnya seraya merasa aneh dikarenakan menurutnya kwitansi setoran tersebut sudah tidak ada lagi. (Andi)