Mensos RI Canangkan Gerakan Sosial Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan (MIBAJ)

0
229
IMG-20171121-WA0005
Loading...

BuktiPers.Com – Malang (Jatim)

Menteri sosial RI Khofifah Indar Parawangsa mecanangkan Gerakan Sosial Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan di singkat (MIBAJ), sekaligus meluncurkan PP No. 44/2017 tentang pelaksanaan pengasuhan anak untuk memperkuat kesejahteraan dan perlindungan anak, Senin (20/11/2017).

Acara yang dihadiri oleh ratusan anak-anak sekolah mulai tingkat TK sampai SMP se kota Malang ini juga ikut di hadiri oleh anak-anak yang ada dalam komunitas-komunitas anak jalanan.
Acara diisi dengan tari topeng Malangan, badut, pembagian bantuan dalam bentuk tabungan kepada anak-anak yang berprestasi namun kurang mampu dan juga kuis yang berhadiah sepatu untuk anak-anak dari Kemensos.

Dalam keterangan persnya, Menteri sosial khofifah Indar Parawangsa menyampaikan bahwa Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan(MIBAJ), adalah agar anak jalanan yang saat ini jumlahnya sudah mengalami penurunan pada angka 16.290 anak yang tersebar pada 20 Provinsi di Indonesia, dimana sebelumnya angka anak-anak jalanan ini sempat mencapai 232.894 anak menurut data Kemensos tahun 2006 sampai dengan Agustus 2017.

Mensos mengharapkan agar anak-anak jalanan ini ke depannya tidak terus ada di jalanan tetapi mau masuk dalam komunitas Program Menuju Indonesia bebas anak jalanan (PMKS).

Lanjutnya tentang PP No.44/2017 tentang penetapan standart-standart yang jelas bagi masyarakat untuk mengasuh anak-anak mereka sendiri bukan pada keluarga inti seperti nenek atau kakeknya.

Hal ini didasari pada data SUSESNAS tahun 2016 yang menyebutkan bahwa 11 juta jiwa anak-anak tinggal bersama kakek atau nenek. Sementara data yang dihimpun direktorat anak Kemensos mencapai 250 ribu anak tinggal di lebih dari 5000 lembaga kesejahteraan sosial (LKSA).

Kerjasama antara kementrian, provinsi Pemda dan dunia usaha sangat di butuhkan untuk mampu mewujudkan LKSA.

Dan terkhusus untuk anak-anak yang diasuh oleh keluarga inti akan menjadi target prioritas layanan rehabilitasi, pungkasnya. (Hermin/Red)

Loading...