Nelyan Asal Desa Pandanga Morotai Hilang Saat Melaut

0
79
Loading...

BuktiPers.com – Daruba (Malut)

Nelayan yang bernama Suaib Muni (62) asal Desa Pandanga Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), saat mencari ikan (mancing) menggunakan perahu katinting di pulau Matita depan pelabuhan Ferry Juanga, sampai saat ini belum kembali di kediamannya. Informasi yang dihimpun koran ini Minggu (29/4), Suaib keluar dari rumah untuk mencari ikan, sampai pukul 21.30 WIT belum kembali ke rumah.

Anak Suaib, Ny. Kalsum Muni saat dikonfirmasi koran ini di kediamannya yang terletak di depan kantor BPBD desa Pandanga, mengungkapkan papa keluar dari pukul 06.00 WIT menggunakan katinting dengan peralatan mancing yang lengkap, bahkan dirinya menggunakan kaos berwarna putih biru, celana panjang hitam, jaket serta tolu (topi.red). 

“Papa keluar dari rumah sejak jam 6 pagi dengan peralatan mancing yang lengkap, bahkan papa sudah satu bulan ini tidak mancing”, katanya. Hanya saja papa yang sudah hobinya melaut dan mencari ikan sudah sejak mudah, tetapi sempat berhenti satu bulan lebih, dan tadi pagi langsung pergi melaut. Karena jika papa cari ikan, itu untuk kebutuhan makan setiap hari dan jualan di pasar. Selain itu juga Suaib memiliki 7 orang anak, diantaranya 6 perempuan dan 1 laki-laki.

“Papa cari ikan untuk kebutuhan makan setiap hari, bahkan lebih itu jualan di pasar”, ucap anak perempuan keenam ini. Tiba-tiba kami mendapat informasi pada pukul 13.30 WIT, katinting yang papa pakai terdampar di depan pelabuhan Ferry, yang langsung ditemukan oleh warga desa Juanga, dan sempat juga dilihat oleh penumpang Ferry saat mau berangkat ke Tobelo.

“Katinting saat warga Juanga dapat di depan pelabuhan Ferry itu mesin masih hidup, ada ikan, peralatan mancing lengkap, topi, jaket dan makanan minuman siang yang papa bawah”, jelasnya. Sehingga katinting langsung warga Juanga bawah di dekat pelabuhan Ferry. Setelah itu, kami pihak keluarga laporkan kejadian ini di Lanal, Polair, staf BPBD dan masyarakat dua desa Juanga dan Pandanga.¬†

“Polair dan masyarakat sempat cari di pulau Matita, Zum-Zum, Kokoya dan pulau terdekat tidak ditemukan, bahkan cari sampai magrib”, ucapnya. Selain itu juga, pihak Polair dan masyarakat berjanji cari pada Senin (pagi ini) menggunakan speed dan kendaraan laut lainnya.

Sementara, staf Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Pemkab Pulau Morotai, Walit Monodop saat dikonfirmasi di depan kediaman Suaib, dirinya mengatakan laporan kami sudah sampaikan kepada Kepala BPBD Dalik Gafur dan Sekda Muhammad M. Kharie, hanya saja Kaban Dalik Gafur saat ini berada di Ternate 

“Pa Dalik sudah perintahkan kami membantu cari nelayan yang belum ditemukan, bahkan Sekda juga turut terlibat dalam proses pencarian tadi sore”, katanya. Pencarian ini berhenti, karena speed boad milik BPBD sangat kecil dan tidak sanggup dengan kondisi angin kencang dan ombak di laut Morotai.

“Rencana pencarian nelayan Suaib akan dilanjutkan pada pagi (hari ini) di semua titik dan pulau-pulau terdekat”, ucapnya. Bahkan dugaan sementara Suaib terjatuh dari katinting pada saat memancing, karena angin kencang dan gelombang laut.

“Dugaan sementara Suaib terjatuh dari katinting saat memancing, karena angin kencang dan gelombang laut”, tutup Walit.(oje)

Loading...