Oknum Polantas Siantar Tak Profesional, Ini Penyebabnya

0
1441
IMG-20170829-WA0014
Loading...

BuktiPers.Com – Pematangsiantar (Sumut)

Gawat… Polantas Siantar diduga tak profesional karena dengan sesuka hati dalam membuat pasal pelanggaran pada razia lalulintas di jalan dan tidak sesuai dengan pelanggaran yang sebenarnya.

Dugaan pasal pelanggaran lalulintas dibuat suka-suka polisi yang bertugas seperti dialami salah satu pengguna jalan berinisial RS, pada saat terjaring razia, Jumat (25/8) lalu saat Polisi Lalulintas (Polantas-red) Polresta Siantar menggelar razia di depan kantor Polsek Siantar Marihat tepatnya di jalan Siantar-Saribudolok.

Dalam razia tersebut seorang polisi bernama ULF. Nainggolan memberhentikan RS dan meminta menunjukan STNK serta SIM, Lalu setelah menerima STNK bersama SIM, ULF. Nainggolan menuju ke halaman warga sekitar TKP lalu langsung menulis sebuah buku tilang berikut pasal-pasal pelanggarannya. RS sontak meminta ke polisi harus menjelaskan lebih awal terkait pelanggaran yang dilakukannya, namun Nainggolan tidak menghiraukan sambil terus menulis buku tilang tersebut.

RS merasa keberatan dengan pelayanan Polantas Siantar yang terkesan arogan terhadap masyarakat dan tidak memberi pemahaman yang benar pada pengendara pengguna jalan terkait lalulintas serta perlengkapan razia yang diminta RS tidak dihiraukan.

Yang paling anehnya, dikatakan RS di buku tilang yang diterimanya, pasal pelanggaran lalulintas yang dibuat ULF. Nainggolan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dimana ULF. Nainggolan menetapkan pasal pelanggaran 288 ayat 1 Jo 106 huruf 5a, yang menyatakan bahwa “setiap kendaraan bermotor tidak dilengkapi dengan STNK/STCK sesuai yang ditentukan polri (tidak sah) didenda maksimal Rp. 500.000”, sedangkan RS mampu menunjukan STNK serta SIM pada si Polantas.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa ULF. Nainggolan juga memberikan pasal pelanggaran 282 jo 104 ayat 3 yakni tindakan melawan petugas, yang menurut RS tidak dilakukannya.

Saat hendak dikonfirmasi kepada Kasat Lantas Polresta Siantar, AKP. Eridal Fitra, SH, di Mapolresta Siantar, Selasa (29/8/2017) terkait “pasal yang dikenakan suka-suka polisi” tersebut, namun sang Kasat tidak berada di ruangannya. Hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi, sang Kasat belum berhasil dihubungi, karena sambungan selulernya tidak bisa tersambungkan. (RS/Red)

Loading...