Orangtua Resah, Rodearni Bebankan Biaya PKL Rp. 48 Juta Untuk 6 Siswa

0
518

BuktiPers.Com – Simalungun (Sumut)

Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara diminta tindak lanjuti kinerja Rodearni Saragih selaku Kepala Sekolah SMK N.1 Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Karena banyaknya biaya siswa/i SMK N.1 yang memberatkan Orang Tua Siswa/i serta Pengelolahan Dana yang diterima Sekolah sepertinya ditutupi oleh Rodearni Saragih.

Banyak Orang tua siswa/i yang sudah mengeluhkan Hal tersebut. Informasi yang diperoleh dari orang tua siswa pada Rabu (2/8/2017) yang lalu, bahwa mereka harus menyiapkan uang sekitar Rp. 2 juta tiap bulan selama 4 bulan yang oleh Kepsek bilang biaya PKL (Praktek Kerja Lapangan).

“kami tidak tau mau cari kemanalah uang ini tiap bulan harus kami siapkan uang sekitar 2 juta selama 4 bulan untuk biaya prakerin (Praktek Kerja Industri) atau lebih dikenal dengan PKL, sudah sama kayak biaya bangku kuliah sekarang dengan SMK ini, dan sebenarnya penggunaan dana BOS itu dikemanakan sehingga biaya anak kami sampai segitu lagi,” keluh orang tua siswa yang namanya tidak mau disebutkan karena takut dijegal nanti proses sekolah anaknya.

Sementara hal tersebut dibenarkan oleh Rodearni Saragih (Kepsek-Red) ketika dikonfirmasi, Kamis (3/8/2017) di ruang kerjanya. Namun Rodearni membantah perihal biaya yang disebut Rp. 2 juta tiap bulannya. Dikatakannya bahwa biaya yang dibebankan sebenarnya Rp. 1.750.000 tiap bulan selama 4 bulan.

“Tidak sampai uangnya itu 2 juta/bulan, tapi 1.750.000/bulan,” jelas Rodearni Saragih melalui pendampingan kepala program SMK tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Rodearni Saragih, bahwa biaya tersebut tidak dibebankan pada semua siswa, namun hanya yang ikut prakrin/PKL tahun ini yang ikut ke binjai yakni hanya 6 orang, kalau yang lain ada juga yang disekitar siantar,” terangnya.

Tapi sangat disayangkan saat kembali dikonfirmasi melalui sambungan Seluler ingin menanyakan keluhan orang tua siswa/i terkait Dana BOS serta nama siswa/i yang 6 orang dan juga biaya siswa/i lainnya, sepertinya Rodearni Saragih ketakutan dan memilih menutup/tidak menjawab panggilan sambungan telepon selulernya. (RS/Red)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here