“Pakkat” Menu Buka Puasa Tak Pernah Ketinggalan

0
228

BuktiPers.Com – Padangsidimpuan (Sumut)

Biasanya pada bulan Ramadhan berbagai makanan dijual oleh para pedagang Kota Padangsidimpuan, untuk santapan berbuka puasa. Salah satunya makanan yang tidak ketinggalan dijual oleh para pedagang saat bulan Ramadhan yaitu pakkat.

Pakkat merupakan salah satu makanan khas Tabagsel. Diketahui panganan ini, berasal dari pucuk tanaman rotan. Makanan yang satu ini diyakini memiliki khasiat. Diantaranya mengobati masuk angin, penambah nafsu makan, penyembuh mag. Dan biasayanya para penikmat pakkat pada penyajiannya, pakkat ditambah dengan jeruk nipis serta cabe giling merah. Kemudian dijadikan lalapan.

Palit (33) salah satu pedagang pakkat saat ditemui pada tempat berjualanya, Kamis (17/05/2018) di samping stadion H. M. Nurdin Jl. Mangaraja Maradat bercerita, bahwa proses pembuatan panganan ini sebenarnya sangat mudah sekali. Pucuk tanaman rotan ini hanya dibakar selama kurang lebih satu jam.

“Pucuk rotan ditumpuk pada kayu bakar yang apinya telah menyala. Setelah dibakar. Pucuk rotan ini siap untuk dijual,” terangnya.

“Saat para pembeli, membeli pucuk rotan yang telah dibakar ini, kulitnya dikelupas, kemudian dalaman pucuk rotan ini diiris-iris. Dalaman dari pucuk rotan yang dibakar inilah yang menjadi lalapan saat berbuka puasa,” tambahnya.

Untuk satu batang pakkat Palit menjual seharga Rp 5000. Dia mengaku berjualan Pakkat hanya pada bulan Ramadhan saja.

“Saya berjualan Pakkat hanya pada bulan Ramadhan saja,” katanya.

Hakim salah satu pembeli,memesan pakkat harga Rp 20 ribu. Ia mengaku selama bulan Ramadhan sering membeli pakkat untuk lalapan saat buka puasa.

“Kalau bulan Ramadhan seperti saat ini, saya sering membeli pakkat untuk lalapan saat buka puasa. Soalnya usai kita makan pakkat ada terasa rasa segar di pernapasan,” katanya. (Idham Halid.Siregar/Red)