Pangulu Buntu Bayu Sengaja Tidak Pasang Papan Transparansi

0
416
IMG-20170819-WA0007

BuktiPers.Com – Simalungun (Sumut)

Berbagai cara pemerintah menjaga berbagai program yang dikucurkan untuk pembangunan di daerah, salah satunya dengan mensosialisasikan pada pengelolah anggaran dengan melakukan secara transparan dan membuat papan informasi publik terkait program kegiatan yang dilaksanakan.

Namun hal tersebut di Kabupaten Simalungun, masih banyak kegiatan pemerintah yang terkesan ditutupi pada masyarakat/publik.

Salah satu dalam pantauan BuktiPers.Com, Senin (2/10/2017), terlihat di wilayah kerja Lumuntar Saragih yang merupakan Kades/Pangulu Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun. Dimana, saat ini menerima dan melaksanakan kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat.

Hal informasi publik tersebut, Lumuntar Saragih terkesan melawan dari himbauan pemerintah khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa/Nagori (DPMPN) serta menutup pandangan masyarakat dalam mengawasi kegiatan yang saat ini berjalan di Nagori Buntu Bayu.

Dimana tampak di Kantor Pangulu lain terlihat setiap pangulu berlomba untuk memasangkan “Papan Transparansi” yang informasinya diperitahkan DPMPN untuk memasang sebagai informasi pada masyarakat terkait kegiatan yang berlangsung di wilayah nagori.

Tetapi sepertinya buat Lumuntar Saragih, hal untuk papan transparansi tidak berguna untuk wilayahnya dan disebutnya akan menjadi bumerang untuk Lumuntar Saragih dalam melaksanakan kegiatan di nagori tersebut, dan terlihat DPMPN kayak tidak berkutik dengan tingkah Lumuntar Saragih yang seperti melawan perintah tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Lumuntar Saragih menyebut ada berbagai alasan mengapa papan transparan tersebut tidak dipasangkan dan supaya dirinya terhindar atau terlindung dari tuntutan masyarakat Nagori Buntu Bayu.

“Ah… Untuk apa dipasang itu, nanti jadi tuntutan masyarakat padaku disini. Ditanya-tanyalah nanti kemana uang ini? Padahal uangnya tidak ada atau tidak dicairkan. Ya bisa jadi bumeranglah samaku itu nanti,” cetus Lumuntar Saragih. (RS/Red)