Pasca Gempa Di Morotai, Lima Kades Sebut Tidak Ada Rumah Rusak

0
69
IMG-20180212-WA0070

Buktipers.com – Morotai (Malut)

Gempa bumi yang menggoncang lima Desa di Pulau Rao Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar) pada Minggu kemarin, dengan kekuatan 5,0 skala rickter dan kedalaman 62 kilo meter tidak ada rumah yang rusak pasca gempa.

Kepala BPBD Pemkab Pulau Morotai, Dalik Gafur saat dikonfirmasi koran ini Senin (12/2), mengungkapkan saat ini kami sudah menerima laporan dari lima Kepala Desa di Pulau Rao, bahkan tidak ada rumah warga yang rusak akibat gempa.

“Kami sudah menerima laporan dari lima Kades di Pulau Rao, dan tidak ada rumah ataupun tempat ibadah yang rusak pasca Gempa”, katanya. Karena gempa bumi kemarin walaupun dengan kekuatan 5,0 skala rickter, tetapi tidak menimbulkan keretakan di bawa laut, karena kedalaman 62 kilo meter. Bahkan gempa bumi kemarin sangat berdekatan dengan kecamatan Loloda Kepulauan dan Loloda Utara, sehingga masyarakat Loloda pun terasa getaran gempa. Selain itu, dalam pusat kota Daruba dan sekitarnya terasa getaran gempa, tetapi tidak ada rumah maupun tempat umum lainnya yang rusak.

“Kami juga memantau di kecamatan Morotai Timur, Morotai Utara dan Morotai Jaya, sampai saat ini tidak ada rumah yang rusak pasca gempa”, ucapnya. Ketika disinggung apakah ada gempa susulan dalam beberapa hari ke depan, dirinya mengatakan kami menunggu informasi dari BMKG Propinsi Malut. Walaupun belum ada deteksi gempa susulan dari BMKG, tetapi dihimbau masyarakat tetap waspada, apalagi yang berdekatan dengan daerah pesisir pantai. Karena daerah pesisir pantai berpotensi gelombang laut sangat tinggi dalam beberapa minggu ke depan. Saat ini kami sudah membangun posko pasca bencana alam di samping kantor Pos Daruba. Untuk diketahui gempa bumi yang terjadi di lima desa Pulau Rao diantaranya, desa Posi Posi Rao, Leo Leo, Aru Burung, Lou Madoro dan Saminyamau.

“Kami sudah membangun posko pasca bencana alam di samping kantor Pos Daruba. Jika ada bencana alam, masyarakat maupun pemerintah desa segera melapor”, tutup Dalik.(oje)