Pasca Longsor, Jalur Cisarua -Cianjur Ditutup 10 hari

0
145
IMG-20180207-WA0032
Loading...

Buktipers.com – Bogor (Jabar) —

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan ruas simpang Gunung Mas, Cisarua, hingga Ciloto, Cianjur disepakati untuk ditutup sementara. Hal itu dilakukan selama pelaksanaan perbaikan dan penanganan bencana alam.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan penutupan jalur tetsebut akan diberlakukan lebih dari dua pekan. “Penutupan jalur dimulai 6 Februari 2018 hingga masa perbaikan selesai antara 10-20 hari ke depan,” kata Budi usai bertemu dengan stakeholder terkait, di area lokasi bencana Puncak, Bogor, Rabu (7/2).

Terlebih, jalur Puncak dilintasi kendaraan roda dua dan empat mencapai dua samapai lima ribu unit. Pada kondisi akhir pekan meningkat 15 hingga 20 ribu kendaraan. Sedangkan pada libur panjang, jumlah kendaraan 20 sampai 30 ribu kendaraan.

Dengan penutupan sementara, Budi mengharapkan seluruh pengguna jalan jalur dimaksud dapat memahami. Selain itu juga bisa mengatur waktu perjalanan lebih teliti kembali terutama jika harus melewati jalur tersebut.

Untuk kepentingan pengaturan lalu lintas selama masa penutupan, lajut Budi, akan dilaksanakan oleh aparat kepolisian dan pihak-pihak terkait. Dia juga memastikan akan melakukan sosialisasi melalui Variable Massage Sign (VMS) yang ditempatkan di Ciawi, Gunung Mas, dan Ciloto.

Sebelumnya, bencana longsor terjadi Riung Gunung, Cisarua pukul 09.00 WIB, Senin (5/2). Bencana tersebut mengakibatkan bahu jalan amblas dan material tanah dari tebing menutup sebagian bahu jalan.

Titik longsor juga terjadi di sekitar Masjid Atta Awun, Grand Hill, Vila Pengayoman Cibereum, area Pohon Pinus. Di lokasi tersebut, seperempat jalan mengalami runtuh ke bawah, sehingga terjadi longsor 30 meter ke bawah. Lalu juga pada area Botol Kecap dengan longsor seperempat jalan namun masih bisa dilewati.

Budi menegaskan pengaturan lalu lintas akibat kejadian tersebut sudah dilakukan. “Upaya yang dilakukan antara lain pengaturan dan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan jalur menuju Puncak,” tutur Budi. Dia mengaku prihatin atas musibah bencana alam tersebut dan berharap tidak akan terjadi lagi di masa mendatang.

Ditempat Terpisah H.Afif lukman selaku kepala Desa Tugu selatan kecamatan Cisarua mengatakan,Saya cukup prihatin dengan peristiwa bencana longsor di wilayah desa kami ini,namanya bencana,kita manusia tidak ada yang tau,”Ujarnya.

Untuk itu,berharap warga desa yang rumah tinggalnya Berada dekat lereng untuk lebih waspada dan hati-hati,jika merasa kurang nyaman lebih baik pindah dulu ke rumah sanak saudara ataupun tetangga.
Pria yang dikenal Ramah kepada awak media ini menyarankan seluruh pengusaha Hotel,villa serta Rumah makan untuk lebih memperhatikan penghijaun alam sekitar.”mari kita bersama -sama menjaga kelestarian alam,jangan biarkan tebing-tebing pada gundul,kita lakukan penanaman pohon untuk mencegah longsor,”ajaknya. (Choky)

Loading...