Pembangunan Lab Otomotiv SMK Negeri 1 Airmadidi Mangkrak

0
263
IMG-20171109-WA0034
Loading...

BuktiPers.Com – Minahasa Utara (Sulut)

Bau amis proyek berbandrol Rp 650 juta di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Airmadidi, Kab. Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara, terendus.

Pembangunan Lab Otomotiv di SMK Negeri 1 Airmadidi, Kabupaten Minut ini dinilai oleh sebagian kalangan mangkrak atau terhenti.

Pasalnya, proyek pembangunan gedung praktek siswa jurusan Otomotiv yang dikerjakan sejak Juni 2017, hingga saat ini tak kunjung rampung. Ada beberapa bagian gedung belum selesai dikerjakan, bahkan dananya diduga sudah disalah gunakan. Sebab, di lokasi proyek sudah tidak terlihat aktivitas pembangunan.

Proyek swakelola bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2017 itu, pengerjaanya selama 120 hari namun hingga awal November ini belum juga terlihat rampung.

Ketika dihubungi via telepon Kepala Sekolah (Kepsek) Weddy Onibala enggan berkomentar lebih. Dengan nada yang kurang bersahabat Kepsek Weddy Onibala hanya mengarahkan awak media untuk bertanya kepada Wakepsek Urusan Humas Memah.

“Bapak bertanya kepada saya sedangkan bapak sudah ada sama pak Memah,” kata Weddy Onibala dengan nada kurang bersahabat.

Melalui Wakepsek Urusan Humas SMK Negeri 1 Airmadidi Memah mengatakan bahwa dana tersebut baru tahap 1 yang diterima, dan untuk tahap 2 dan tahap 3 belum dikucurkan dan menurutnya kemungkinan dana tersebut tertahan di Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Utara.

“Memang kami terhenti pembangunannya dikarenakan dana untuk pembangunan Lab ini masih tertahan, dan baru dana tahap satu untuk tiga puluh persen yang baru terpakai sebesar dua ratus jutaan lebih, dan sudah empat puluh sembilan persen selesai menurut tim verifikasi dari Inspektorat Provinsi,” tutur Memah.

Ketika disinggung mengenai dana 1 miliar dari pusat, Wakasek Humas Memah mengatakan bahwa dana tersebut diluar dari dana pembangunan fisik bangunan Lap tersebut.

“Mengenai dana satu miliar, itu adalah dana peralatan isi Lab bisa berupa hidrolig mungkin, karena kami belum diberi tahu dinas provinsi untuk peralatan apa dana satu miliar itu,” tambah Memah.

Kemudian ditanya mengenai kemungkinan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran, Memah mengatakan bahwa dari pihak sekolah merasa sudah menjalankan sesuai aturan.

“Kalo ada pihak yang berpendapat begitu ya silahkan tapi kami merasa tidak memakai uang tersebut secara tidak benar,” tutup Memah.

Menanggapi akan hal ini LI TIPIKOR Sulut Yosep Lengkong berpendapat agar masalah pembangunan Lab yang mangkrak ini supaya menjadi perhatian dari pihak Kepolisian dan Kejaksaan.

“Kami berharap agar pihak Kepolisian dan Kejaksaan segera mengambil perhatian akan persoalan ini, karena bisa saja ada praktek penyalahgunaan dana dalam proyek ini yang berpotensi merugikan keuangan negara. Kami LI TIPIKOR Sulut akan terus memantau,” tegas Yosep Lengkong. (TL/Red)

Loading...