Pembangunan Rehab Ringan di SD N 6 Hariara Pohan Sudah Rampung

0
142

BuktiPers.Com – Samosir (Sumut)

Seiring semaraknya pembangunan demi pembangunan di berbagai instansi pemerintah di wilayah Kabupaten Samosir, yang salah satunya Sekolah Dasar yang jauh dari ibukota kabupaten mendapat bantuan khusus dari pemerintah pusat , untuk rehab ringan gedung sekolah, yaitu SD N 6 Hariara Pohan, Kecamatan Harian mendapat pembangunan dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2017 total biaya Rp 266.514.900., untuk pembangunan Rehab Ringan 6 ruang kelas.

Adapun spesifikasinya antara lain : mengganti atap baru untuk semua ruang kelas dengan Atap Seng (spandek), Ganti Plafon 100% asbes, lantai keramik 100% dan tiang sileser. Sedangkan mobiler antara lain meja siswa 50 unit, kursi siswa 50 unit, meja guru 6 Unit, kursi guru 6 unit, papan tulis 6 unit, menempel keramik dinding setinggi 1 meter dengan jenis keramik kacang, lemari 6 unit, ganti kaca dan pintu 6 unit.

Amatan BuktiPers.Com, Kamis (12/10/2017) bahwa hasil pembangunan rehab ringan di SD Negri 6 Hariara sesuai dengan spek yang ditentukan oleh konsultan perencana dan sesuai acuan yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir.

Selama masa pelaksanaan pembangunan, Ketua Komite Alusdin Sihotang dikabarkan selalu bersinergi untuk mengawasinya agar tidak terjadi kesalahan, supaya mutu bangunan itu bisa sesuai yang diharapkan dengan berkwalitas baik.

Kepala Sekolah SD N 6 Hariara Pohan, Jonner Sihotang yang didampingi Ketua pelaksana pembangunan Alusdin Sihotang, bendahara Mida Silalahi dan sekretaris Ernawaty Gultom mengatakan bahwa saat pelaksanaan pembangunan itu mereka selalu berkoordinasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir agar mutu bangunan itu sesuai yang diharapkan.

Sementara orangtua siswa yang juga warga sekitar sekolah tersebut disamping berterima kasih kepada Pemkab Samosir atas bangunan sekolah juga berharap agar menganggarkan untuk pemagaran keliling sekolah itu, agar tidak dimasuki ternak masyarakat, sehingga taman bunga yang ada di halaman ruang klas tidak lagi menjadi santapan ternak warga setempat. (BP/Red)