Penyidikan Dugaan Mark Up LPJU di Kejari Labuhanbatu Dituding Sarat Kolusi

0
175
IMG-20180114-WA0043

Buktipers.com – Labuhanbatu (Sumut)

Proses penyidikan dugaan Mark Up Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu dituding sarat dengan kolusi. Pasalnya, Kejari Labuhanbatu hingga sampai saat ini baru hanya menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai tersangka. Sementara,dalam proses pengadaan barang jasa pemerintah ada rekanan sebagai penyedia barang,PPK dan Kadis selaku Pengguna Anggaran (PA).

“Penetapan PPK sebagai tersangka oleh Kejari Labuhanbatu dalam dugaan Mark Up LPJU tersebut tidak sesuai dengan alur proses pengadaan barang jasa.Sebab,dalam proses pengadaan barang jasa pemerintah ada rekanan,PPK dan Kadis sebagai PA. Jadi proses penyidikan dugaan Mark UP LPJU di Kejari Labuhanbatu sarat kolusi.”tegas Julip Efendi Sekretaris LSM Gerakan Aliansi Rakyat Indonesia (GARI) Labuhanbatu kemarin di Rantauprapat.

Ia juga menegaskan bahwa dalam penyidikan dugaan Mark Up LPJU baru hanya penetapan PPK sebagai tersangka oleh Kejari Labuhanbatu tidak masuk akal. Sebab, jelasnya, dalam alur proses pengadaan LPJU tersebut banyak oknum yang terlibat terutama rekanan dan PA.

“Dalam alur proses pengadaan LPJU ada rekanan dan PA,mengapa hanya PPK saja yang ditetapkan sebagai tersangka.”cetusnya.

Hal senada juga dikatakan Muchsin,salah seorang warga Rantauprapat.Muchsin mengatakan bahwa seharusnya Kejari Labuhanbatu tidak hanya PPK saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

”Kemana rekanan dan PA nya,kita sama-sama mengetahui bahwa dalam proses pengadaan LPJU ada rekanan dan PA.” ujarnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Labuhanbatu Muhammad Husairi SH MH saat dihubungi Minggu,(15/1/2018) guna meminta penjelasan terkait perihal ini enggan bersuara.(dha)